Surabaya Banjir, PMII Surabaya Pertanyakan Efektivitas Proyek Gorong-gorong Bernilai Ratusan Miliar

Reporter : Ibrahim
Abdul Aziz, Ketua II PMII Surabaya, dok istimewa

Surabaya,JatimUPdate.id - Ketua II PC PMII Surabaya, Abdul Aziz mendesak Pemkot Surabaya transparan kepada publik terkait capaian dan efektivitas proyek drainase atau gorong-gorong.

Sebab kata Aziz, proyek gorong-gorong tersebut menghabiskan anggaran besar. Namun kota Pahlawan tetap diterjang banjir.

Baca juga: Banjir Surabaya Perlu Langkah Terintegrasi, Eri Irawan: Drainase Berbasis Beton Tak Cukup

"Jika setiap hujan deras masyarakat masih harus menghadapi banjir dan genangan di titik-titik yang sama, maka wajar jika publik mempertanyakan sejauh mana efektivitas proyek drainase dan box culvert yang selama ini dibangun," tutur Aziz, Selasa (23/6).

Aziz menekankan proyek yang memakan ratusan miliar tersebut tidak cuma selesai di atas kertas, dampaknya harus dirasakan masyarakat.

Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Dr. Soetomo (Unitomo) itu menganggap banjir yang terus berulang harus dievaluasi secara menyeluruh.

Misalnya mulai aspek perencanaan, kualitas pelaksanaan, maupun pengawasan proyek.

Baca juga: Kapolres Bondowoso Tekankan Demokrasi Sehat di Konfercab PMII ke-XV

"Keberhasilan pembangunan infrastruktur tidak dapat diukur hanya dari jumlah proyek yang diselesaikan, melainkan dari kemampuannya menjawab kebutuhan masyarakat," beber Abdul Aziz.

Sebagai informasi: Surabaya pada Senin (22/6/) diguyur hujan deras saat subuh, sehingga beberapa kawasan tergenang.

Pemkot pun mengeklaim hingga pukul 09.00 WIB, beberapa titik dilaporkan telah surut.

Baca juga: Mendagri Pimpin Rakor Percepatan Pemulihan Dampak Bencana Hidrometeorogi

Kepala Bidang Drainase Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya, Adi Gunita mengatakan proses surutnya genangan berlangsung bertahap karena dipengaruhi pasang air laut.

"Beberapa titik seperti di Tanjungsari, Tambak Mayor, memang pelan surutnya. Karena memang arahnya ke Kali Greges. Kali Greges (elevasi) lagi naik, pengaruh dari pasang air laut," kata Adi. (Roy/mmt)

Editor : Miftahul Rachman

Politik Dan Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru