PMII Surabaya Desak Pemkot Audit dan Evaluasi Program Penanganan Banjir
Surabaya,JatimUPdate.id - Ketua II PC PMII Surabaya, Abdul Aziz kembali buka suara terkait permasalahan banjir yang menerjang kota Pahlawan dua hari ini.
Abdul Aziz meminta Pemkot melakukan audit dan evaluasi terhadap program penanganan banjir yang telah berjalan selama ini.
"Kami meminta transparansi penggunaan anggaran, efektivitas desain saluran," tutur Abdul Aziz.
Aziz menekankan kualitas pengerjaan proyek harus dibuka kepada publik agar tak menimbulkan pandangan subjektif.
"Pemkot tidak boleh berpuas diri hanya karena proyek fisik telah selesai dibangun. Yang dibutuhkan warga adalah hasil nyata berupa berkurangnya banjir dan genangan. Ketika masalah yang sama terus berulang, evaluasi terhadap kinerja dinas terkait menjadi sebuah keharusan," tutur Aziz, Rabu (24/6).
Ia juga meminta Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi mengevaluasi jajaran dinas dan pejabat teknis yang bertanggung jawab atas proyek-proyek pengendalian banjir.
Menurutnya, setiap program yang menggunakan uang rakyat harus dikelola secara profesional.
Selain itu program tersebut harus tepat sasaran, dan dikerjakan pihak yang memiliki kompetensi.
"Jangan sampai proyek-proyek strategis yang menyangkut kepentingan masyarakat luas justru dikelola tanpa perencanaan matang dan pengawasan yang ketat. Anggaran besar harus berbanding lurus dengan manfaat yang dirasakan masyarakat," tambahnya.
Abdul Aziz menegaskan penanganan banjir tidak cukup hanya mengandalkan pembangunan fisik semata.
Menurut kader PMII Perjuangan Unitomo tersebut, pemerintah juga harus memastikan pemeliharaan drainase berjalan optimal.
Pun melakukan normalisasi saluran secara berkala, serta menjamin konektivitas antarjaringan drainase berfungsi dengan baik.
Abdul Aziz meyakini, jika saluran berfungsi dengan baik mampu menampung dan mengalirkan debit air saat hujan deras.
"Evaluasi harus dilakukan secara serius dan menyeluruh. Masyarakat membutuhkan solusi yang terukur dan berdampak nyata, bukan sekadar proyek yang menghabiskan anggaran besar tetapi gagal mengurangi banjir yang terus berulang," beber Abdul Aziz. (Roy/mmt)
Editor : Miftahul Rachman