Surabaya,JatimUPdate.id - Anggota Komisi D DPRD Surabaya Abdul Ghoni Mukhlas Ni'am merespons positif rencana Pemkot buku "Bung Karno: Aku Arek Suroboyo" sebagai materi pembelajaran SD dan SMP di Kota Pahlawan.
"Sangat baik sekali," tutur Ghoni, kepada wartawan, Jum'at (26/6).
Baca juga: DPRKPP Surabaya Lengkapi Fasilitas Lapangan Karang Gayam dan Wisma Persebaya
Abdul Ghoni meyakini, dengan buku tersebut generasi penerus bangsa dapat mempelajari, memahami, dan merealisasikan nilai-nilai kepemimpinan Bung Karno.
“Memang sudah seharus ajaran-ajaran Bung Karno dijadikan materi belajar kurikulum di sekolah-sekolah,” tambah Abdul Ghoni
Menurutnya, sejarah besar Bung Karno dalam meletakkan fondasi dasar negara tidak boleh dilupakan oleh generasi muda.
Maka dari itu, Abdul Ghoni mendorong buku karya Sang Proklamator tersebut dijadikan salah satu materi pembelajaran resmi bagi siswa SD hingga sekolah SMP.
Baca juga: Baru 39 Persen Pekerja Tercover BPJS, DPRD Surabaya Godok Raperda Sanksi Perusahaan Nakal
“Jadi, kami di Komisi D sangat mendukung langkah Pemkot Surabaya yang berencana buku Bung Karno Arek Suroboyo dijadikan materi belajar di sekolah,” ungkapnya.
Anggota Komisi X DPR RI Puti Guntur Soekarno menilai buku tersebut dapat menjadi sarana bagi generasi muda untuk memahami perjalanan sejarah Bung Karno yang lahir di Surabaya.
“Buku ini menjadi salah satu jalan bagaimana generasi muda khususnya dapat merasakan bagaimana perjalanan sejarah Bung Karno yang dilahirkan di Kota Surabaya," kata Puti.
Baca juga: Pembangunan yang Membawa Maut
Guru Besar Sejarah Perkotaan Universitas Airlangga (Unair), Purnawan Basundoro menilai, generasi muda pada dasarnya masih mengenal sosok Bung Karno karena selalu diajarkan dalam pelajaran sejarah.
Kendati begitu sebut dia, minat terhadap pelajaran sejarah kerap menjadi tantangan tersendiri.
"Bagaimanapun juga kan sosok Bung Karno itu juga selalu diajarkan di dalam pelajaran sejarah. Cuma memang kadang-kadang anak-anak itu kan menganggap pelajaran sejarah itu tidak terlalu menarik," tutup Basundoro. (*)
Editor : Yuris. T. Hidayat