Optimalkan Potensi Desa, Kelompok R3 KKN Untag Surabaya Raih Juara II KKN Paling Berdampak

Reporter : Ibrahim
Kelompok R3 KKN Untag Surabaya, dok istimewa

Surabaya,JatimUPdate.id - Kelompok R3 Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya di Desa Gumeng, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik, meraih Juara II KKN Paling Berdampak pada pelaksanaan KKN Reguler Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026.

Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Dia Puspitasari, mengatakan penghargaan tersebut merupakan implementasi pengabdian yang tidak hanya berorientasi penyelesaian program kerja.

Baca juga: MPLS SMA 17 Agustus Surabaya, Dosen Untag Ajak Siswa Maknai Patriotisme di Era Digital

Namun kata dia juga implementasi pada pembangunan hubungan yang humanis dengan masyarakat. 

"Melalui pendekatan partisipatif, mahasiswa Kelompok R3 berupaya menghadirkan berbagai program yang lahir dari kebutuhan riil warga, mengoptimalkan potensi desa, serta memperkuat semangat gotong royong sebagai fondasi pembangunan masyarakat,* kata Puspita, Senin (20/7).

Puspita menjelaskan, bagi Kelompok R3, humanisme cuma bukan konsep, melainkan cara berpikir dan bertindak selama proses pengabdian berlangsung. 

Baca juga: DPK GMNI Untag Surabaya Gelar KTD, Cetak Kader Berideologi Marhaenisme dan Berintegritas

Menurutnya, setiap kegiatan dibangun atas dasar empati, penghormatan terhadap nilai-nilai lokal, dialog yang setara, serta komitmen untuk tumbuh bersama masyarakat. 

"Pendekatan inilah yang melahirkan berbagai program yang relevan, adaptif, dan memberikan dampak nyata bagi warga Desa Gumeng," terang Puspita.

Mikail, Ketua Kelompok KKN R3 menegaskan penghargaan ini merupakan buah dari kebersamaan seluruh tim dan dukungan penuh masyarakat Desa Gumeng.

Baca juga: Perkuat Karakter Kader GMNI Fisip UNTAG Surabaya Gelar KTD

Menurutnya, prestasi tersebut mempertegas komitmen Untag Surabaya mengimplementasikan Catur Dharma Perguruan Tinggi.

“Humanisme bukan hanya tentang kemanusiaan dalam membantu masyarakat, tetapi tentang berjalan bersama masyarakat. Sebab pengabdian yang paling berdampak lahir ketika ilmu pengetahuan dipertemukan dengan empati, persatuan, dan kepedulian," tutupnya. (*)

Editor : Miftahul Rachman

Politik Dan Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru