Surabaya,JatimUPdate.id - Sekretaris Komisi A DPRD Surabaya, Anas Karno, menekankan RTRW, lurah, dan camat, memperkuat deteksi dini potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.
"Banyak persoalan yang berpotensi memicu konflik sebenarnya bisa dicegah apabila komunikasi dan mediasi dilakukan sejak awal di tingkat lingkungan," kata Anas, Minggu (2/8).
Baca juga: Dirut PDAM Jawab Soal Air Berbusa, Pengelolaan Air Pengembang Bisa Dialihkan tapi Bertahap
Anas menegaskan menjaga kondusivitas kota bukan cuma tanggung jawab aparat keamanan.
Namun kata Legislator PDI Pejuangan itu juga membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
Pasalnya sebut Anas Surabaya kota besar dengan aktivitas ekonomi tinggi sehingga stabilitas sosial harus tetap dijaga.
Baca juga: Gempar Jatim Bawa Empat Tuntutan Pengelolaan Air ke Komisi B DPRD Surabaya
"RT dan RW adalah mata dan telinga pemerintah di lingkungan. Kalau komunikasi berjalan baik, berbagai persoalan bisa diketahui lebih cepat dan diselesaikan secara kekeluargaan sebelum berdampak lebih luas," katanya.
Anas menjabarkan perangkat wilayah paling memahami kondisi masyarakat di lapangan.
Baca juga: Komisi B Soroti Privatisasi Air: Kewenangan Negara Tak Boleh Diserahkan
Maka dari itu, RTRW hingga camat harus aktif berkoordinasi dengan warga memetakan persoalan di wilayahnya.
"Ketika ada potensi gesekan di masyarakat, perangkat wilayah harus hadir lebih awal untuk membangun komunikasi dan mencari solusi," beber Anas Karno. (Adv)
Editor : Advertorial