BGN Temukan 414 SPPG Bermasalah di Program MBG, Rp311,2 Miliar Dikembalikan ke Kas Negara

Reporter : Imam Hambali
Kepala BGN Sudaryono.

 

Jakarta, JatimUPdate.id - Badan Gizi Nasional (BGN) mengungkap hasil audit internal terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menemukan 414 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terindikasi bermasalah. Dari hasil pemeriksaan tersebut, negara berhasil menyelamatkan dana sebesar Rp311,2 miliar yang telah dikembalikan ke kas negara.

Baca juga: Zulhas Dorong Sinergi MBG dan Koperasi Merah Putih, HMI: Penguatan SDM Jangan Diabaikan

Kepala BGN Sudaryono mengatakan, audit menemukan sejumlah ketidaksesuaian dalam pengelolaan SPPG.

Di antaranya terdapat rekening ganda, rekening yang tercatat aktif tetapi tidak didukung keberadaan dapur operasional, hingga satuan pelayanan yang belum beroperasi namun sudah masuk dalam sistem administrasi.

"Temuan ini menjadi dasar bagi kami untuk melakukan pembenahan menyeluruh agar tata kelola Program Makan Bergizi Gratis berjalan sesuai aturan dan tepat sasaran," kata Sudaryono dalam konferensi pers di Kantor BGN, Jakarta, Jumat (31/7/2024). 

Selain mengembalikan dana Rp311,2 miliar ke kas negara, BGN juga telah menyerahkan hasil audit kepada Kejaksaan untuk ditindaklanjuti sesuai mekanisme hukum yang berlaku apabila ditemukan unsur pelanggaran.

Sudaryono menegaskan, evaluasi tidak hanya berfokus pada aspek administrasi dan keuangan. Menurutnya, kualitas pelayanan kepada penerima manfaat juga menjadi perhatian utama.

Baca juga: Hetifah: Putusan MK Perkuat Fokus Anggaran Pendidikan Demi Mutu Sekolah Nasional

"Evaluasi juga tidak boleh berhenti pada aspek keuangan. Berbagai laporan mengenai kualitas pelayanan, pengelolaan dapur, hingga kesejahteraan tenaga kerja di sejumlah SPPG harus diaudit secara menyeluruh," ujarnya.

Ia menilai pengawasan yang komprehensif diperlukan mengingat Program MBG merupakan salah satu program prioritas pemerintah untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya anak-anak.

Karena itu, BGN akan memperkuat sistem verifikasi, validasi data, pengawasan operasional, serta evaluasi berkala agar pelaksanaan program berlangsung transparan, akuntabel, dan mampu mencegah potensi penyimpangan.

Baca juga: BGN Bersih-Bersih Internal, 261 Pegawai Non-ASN Dipecat dan 833 Dapur MBG DitutupĀ 

Meski demikian, hingga kini BGN belum mengungkap identitas maupun lokasi 414 SPPG yang masuk dalam temuan audit. Informasi tersebut masih menunggu proses pemeriksaan lebih lanjut oleh aparat penegak hukum.

BGN berharap langkah pembenahan ini dapat meningkatkan akuntabilitas pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis sekaligus menjaga kepercayaan publik terhadap pengelolaan anggaran negara. 

Jika dalam proses penyelidikan ditemukan unsur pidana, penanganannya akan dilakukan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. (ih/yh)

Editor : Yuris. T. Hidayat

Politik Dan Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru