Jakarta, JatimUPdate.id – Anggota Komisi X DPR RI Fraksi Partai Golkar, Adela Kanasya Adies, menegaskan Sensus Ekonomi 2026 menjadi instrumen strategis untuk memetakan transformasi ekonomi Indonesia, termasuk perkembangan ekonomi digital yang terus tumbuh pesat. Menurutnya, data yang dihasilkan akan menjadi acuan penting dalam menentukan arah investasi dan kebijakan pembangunan nasional. Demikian dikatakan Adela dalam Seminar Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026, yang dilaksanakan di Sidoarjo Jawa Timur, Minggu (02/08)
Adela mengatakan pembangunan ekonomi modern membutuhkan data yang akurat agar setiap kebijakan pemerintah benar-benar sesuai dengan kondisi riil di lapangan.
Baca juga: Adela Kanasya: Kolaborasi Festival Banjari Jadi Model Pelestarian Budaya Nasional
"Sensus Ekonomi merupakan instrumen penting untuk memotret kondisi perekonomian Indonesia secara menyeluruh dan menjadi dasar penyusunan kebijakan pembangunan," kata Adela dalam keterangan tertulisnya kepada Jatim Update, Selasa (4/8/2026).
Ia menjelaskan, melalui Sensus Ekonomi 2026, Badan Pusat Statistik (BPS) akan memperoleh gambaran terbaru mengenai struktur dunia usaha di Indonesia, mulai dari usaha mikro hingga perusahaan besar, termasuk sektor ekonomi digital yang berkembang sangat cepat dalam beberapa tahun terakhir.
"Melalui Sensus Ekonomi 2026, BPS akan memperoleh gambaran terkini mengenai dunia usaha, mulai dari usaha mikro hingga usaha besar, termasuk perkembangan ekonomi digital," ujarnya.
Menurut legislator dari Daerah Pemilihan Jawa Timur I itu, hasil sensus tidak hanya mencatat jumlah pelaku usaha, tetapi juga memperlihatkan perubahan struktur ekonomi nasional selama satu dekade terakhir. Data tersebut akan menunjukkan sektor-sektor yang tumbuh pesat, sektor yang memerlukan perhatian lebih besar, hingga peluang ekonomi baru yang lahir akibat digitalisasi.
Baca juga: Adela Kanasya Adies: Pemerataan Dokter Spesialis Harus Jadi Prioritas
"Lebih dari sekadar menghitung jumlah usaha, hasil Sensus Ekonomi juga menunjukkan sektor-sektor ekonomi yang mengalami pertumbuhan, sektor yang memerlukan perhatian lebih besar, serta peluang ekonomi baru yang muncul akibat perkembangan teknologi dan digitalisasi. Data tersebut menjadi referensi strategis bagi pemerintah pusat, pemerintah daerah, akademisi, dunia usaha, hingga investor dalam menyusun perencanaan pembangunan, melakukan penelitian, merancang strategi bisnis, maupun menentukan arah investasi," jelasnya.
Adela menilai data statistik yang komprehensif juga menjadi fondasi penting bagi DPR RI dalam menjalankan fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan agar kebijakan yang dihasilkan benar-benar berbasis fakta.
Selain itu, Sensus Ekonomi 2026 juga akan menghasilkan data mengenai karakteristik pelaku usaha, tingkat adopsi teknologi digital, akses pembiayaan, hingga tantangan yang dihadapi dunia usaha. Informasi tersebut dinilai sangat penting untuk mempercepat transformasi ekonomi Indonesia di era digital.
Baca juga: Adela Kanasya Tekankan Pentingnya Akses Klinik Luas PPDS Rumah Sakit
Adela turut mengajak seluruh pelaku usaha untuk berpartisipasi aktif dalam sensus yang berlangsung hingga 31 Agustus 2026. Ia memastikan data yang diberikan kepada petugas BPS dijamin kerahasiaannya sesuai dengan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik serta Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi.
"Berdasarkan berbagai urgensitas tersebut, marilah segenap masyarakat dan pelaku usaha untuk berpartisipasi aktif dalam Sensus Ekonomi 2026 yang akan berakhir pada 31 Agustus 2026," pungkasnya (*)
Editor : Redaksi