Bondowoso, JatimUPdate.id, – Nilai-nilai tawakal, persatuan, dan akhlakul karimah menjadi pesan utama yang disampaikan Pimpinan Pondok Pesantren Al-Ishlah Bondowoso, KH Thoha Yusuf Zakariya, Lc., dalam rapat rutin bersama pengurus, ustadz, ustadzah, dosen, serta seluruh aparat pesantren di Gedung Serba Guna Ponpes Al-Ishlah Bondowoso, Rabu (5/8/2026).
Mengawali arahannya, KH Thoha Yusuf Zakariya mengutip firman Allah SWT dalam Surah Hud ayat 88 yang berbunyi, "Dan tidak ada taufik bagiku melainkan dengan (pertolongan) Allah. Hanya kepada Allah aku bertawakal dan hanya kepada-Nya-lah aku kembali."
Beliau menjelaskan, ayat tersebut memiliki makna yang sangat mendalam bagi keluarga besar Ponpes Al-Ishlah Bondowoso. Bahkan, QS. Hud ayat 88 menjadi landasan berdirinya Pondok Pesantren Al-Ishlah Bondowoso, sehingga seluruh civitas pesantren harus menjadikannya sebagai pedoman dalam setiap langkah pengabdian.
"Keberhasilan bukan semata-mata karena kemampuan manusia, melainkan karena pertolongan Allah SWT. Oleh karena itu, setiap amanah yang kita emban harus dilandasi dengan keikhlasan, tawakal, dan keyakinan bahwa segala urusan akan kembali kepada Allah," pesannya.
Dalam kesempatan tersebut, KH Thoha Yusuf Zakariya juga mengingatkan bahwa dinamika dalam sebuah lembaga merupakan hal yang tidak dapat dihindari. Perbedaan pendapat, pembagian tugas, hingga rotasi amanah hendaknya disikapi dengan lapang dada sebagai bagian dari ikhtiar memperkuat organisasi, bukan justru memunculkan prasangka buruk maupun perpecahan.
Beliau menyoroti pentingnya membudayakan tabayun sebelum mempercayai ataupun menyebarkan suatu informasi. Menurutnya, tidak sedikit persoalan berawal dari kabar yang diterima tanpa terlebih dahulu diklarifikasi, sehingga berpotensi menimbulkan fitnah, salah paham, dan merusak ukhuwah.
Baca juga: Ponpes Al-Ishlah Bondowoso Buka Beasiswa Penuh Kader Dai dan Ulama Muda hingga 6 Tahun
"Jangan mudah mengambil kesimpulan dari informasi yang belum jelas kebenarannya. Islam mengajarkan tabayun agar persaudaraan tetap terjaga dan tidak muncul permusuhan di antara sesama," tegasnya.
Lebih lanjut, beliau mengajak seluruh aparat pesantren untuk senantiasa memperbaiki hati. Sebab, hati yang bersih akan melahirkan keikhlasan dalam bekerja, kesabaran dalam menghadapi ujian, kejujuran dalam bertindak, serta amanah dalam menjalankan tanggung jawab.
Menurutnya, setiap orang yang mengabdikan diri di lingkungan pesantren pada hakikatnya adalah seorang da'i. Karena itu, dakwah tidak cukup hanya disampaikan melalui lisan, tetapi harus diwujudkan melalui keteladanan sikap, akhlak, dan perilaku dalam kehidupan sehari-hari.
Baca juga: Khutbah Idulfitri 1447 H di Al-Ishlah Bondowoso, Gus Ahmad Muhajir Ajak Perbaiki Hati dan Ukhuwah
KH Thoha menegaskan, seorang da'i harus memiliki akhlakul karimah, bersikap jujur, amanah, sabar, serta mampu menjadi teladan bagi masyarakat. Dengan bekal akhlak yang baik, dakwah akan lebih mudah diterima dan membawa keberkahan bagi umat.
Melalui rapat rutin tersebut, beliau berharap seluruh keluarga besar Ponpes Al-Ishlah Bondowoso terus memperkuat kebersamaan, menjaga persatuan, mengedepankan tabayun dalam menyikapi setiap persoalan, serta menjadikan nilai-nilai Al-Qur'an sebagai pedoman utama dalam menjalankan amanah pendidikan dan dakwah. (ries/yh)
Editor : Yuris. T. Hidayat