Surabaya, JatimUPdate.id – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Program Studi S1 Pariwisata Fakultas Teknik Universitas Negeri Surabaya (UNESA) memberikan pelatihan pemandu wisata kepada masyarakat Kampung Tematik Wethan Wonderland, Banjar Sugihan, Surabaya.
Pelatihan bertajuk “Pelatihan Pemandu Wisata: Etika Komunikasi Bahasa Jepang dan Inggris” tersebut digelar di Balai RW 01, Banjar Sugihan, Surabaya, Rabu (22/7/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mendukung pengembangan Kampung Wisata Wethan Wonderland Surabaya.
Pelatihan difokuskan pada pengenalan bahasa Inggris dan bahasa Jepang serta etika komunikasi sebagai bekal bagi masyarakat dalam menyambut dan mendampingi wisatawan, termasuk wisatawan mancanegara.
Pelaksanaan kegiatan mendapat dukungan dari Universitas Negeri Surabaya dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur.
Melalui kegiatan tersebut, Tim PKM berharap kemampuan masyarakat dalam memberikan pelayanan kepada wisatawan semakin meningkat sehingga dapat mendukung pengembangan Wethan Wonderland sebagai destinasi wisata berbasis masyarakat.
Ketua Tim PKM Program Studi S1 Pariwisata UNESA, Novia Tesalonika Amanda Rerung, S.Par., M.Sc., mengatakan kemampuan berkomunikasi merupakan salah satu aspek penting dalam memberikan pengalaman wisata yang berkualitas.
“Kami ingin masyarakat tidak hanya mampu mengenalkan potensi wisata yang dimiliki Wethan Wonderland, tetapi juga memiliki kemampuan untuk berkomunikasi dengan baik kepada wisatawan. Melalui pelatihan ini, kami berharap keterampilan masyarakat sebagai pemandu wisata semakin meningkat, baik dari sisi etika komunikasi maupun kemampuan berbahasa Jepang dan bahasa Inggris,” ujarnya.
Menurut Novia, kemampuan tersebut diharapkan dapat membuat wisatawan merasa lebih nyaman dan mendapatkan pengalaman yang berkesan selama berkunjung ke Wethan Wonderland.
“Harapannya, ketika wisatawan berkunjung ke Wethan Wonderland, pengalaman mereka menjadi lebih berkesan sehingga dapat mendorong peningkatan kunjungan wisata di kemudian hari,” lanjutnya.
Baca juga: PT PAL Bakal Memulai Produksi Kapal Selam Siluman Scorpène Evolved
Perwakilan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur, Lucky Rosyidah, S.STP., M.AP., turut mengapresiasi pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang melibatkan perguruan tinggi dalam mendukung pengembangan destinasi wisata berbasis masyarakat.
Menurutnya, peningkatan kapasitas masyarakat, khususnya dalam kemampuan berbahasa asing dan memberikan pelayanan kepada wisatawan, menjadi salah satu langkah penting untuk meningkatkan daya saing Kampung Wisata Wethan Wonderland.
“Kami berharap sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat dapat terus terjalin sehingga Wethan Wonderland semakin dikenal sebagai destinasi wisata yang ramah, berkualitas, dan berkelanjutan,” ungkapnya.
Sementara itu, salah satu peserta pelatihan sekaligus perwakilan Wethan Wonderland, Tono, mengaku mendapatkan pengalaman baru yang bermanfaat dari kegiatan tersebut.
Ia terutama memperoleh pemahaman mengenai cara berkomunikasi dengan wisatawan asing secara sopan dan percaya diri.
Baca juga: Meletakkan Hasrat di Bawah Dharma: Arsitektur Kepemimpinan yang Merdeka
Menurutnya, materi yang diberikan mudah dipahami karena disampaikan secara interaktif dan dilengkapi dengan praktik langsung.
Hal tersebut dinilai dapat menjadi bekal bagi masyarakat untuk memperkenalkan berbagai potensi Kampung Tematik Wethan Wonderland kepada wisatawan, termasuk wisatawan mancanegara.
Tim PKM S1 Pariwisata UNESA berharap kegiatan tersebut tidak berhenti pada pelatihan dasar, tetapi dapat dikembangkan secara berkelanjutan melalui program pendampingan dan pelatihan lanjutan.
Kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat juga diharapkan terus diperkuat agar Wethan Wonderland mampu berkembang sebagai destinasi wisata yang ramah wisatawan, berdaya saing, dan memberikan pengalaman wisata yang berkualitas. (roy/yh)
Editor : Yuris. T. Hidayat