Jember, JatimUPdate.id – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Inovasi Pesantren Kelompok 9 Universitas Pembangunan Nasional (UPN) "Veteran" Jawa Timur menggelar workshop kerajinan tangan berbahan dasar limbah plastik di Pondok Pesantren Kasepuhan Assunniyyah, Kencong, Kabupaten Jember, Sabtu (8/8/2026).
Kegiatan ini ditujukan kepada para pengurus pondok pesantren sebagai upaya meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekaligus mendorong pemanfaatan sampah plastik menjadi produk yang memiliki nilai guna.
Sampah plastik merupakan salah satu persoalan lingkungan yang krusial karena membutuhkan waktu sangat lama untuk terurai secara alami. Di sisi lain, praktik pembakaran sampah secara sembarangan juga dapat menghasilkan asap beracun yang berbahaya bagi kesehatan dan lingkungan.
Berangkat dari kondisi tersebut, tim KKN menginisiasi pengelolaan sampah terpadu yang dimulai dari lingkungan pesantren.
Pelatihan yang berlangsung mulai pukul 09.00 hingga 10.00 WIB ini diikuti oleh delapan pengurus pondok. Sesi kegiatan diawali dengan penyampaian edukasi mengenai bahaya limbah plastik, data rata-rata sampah rumah tangga, estimasi waktu penguraian material plastik, hingga risiko polusi udara akibat pembakaran sampah.
Selain penyampaian teori, peserta diperkenalkan dengan konsep ecobrick sebagai solusi praktis pemanfaatan sampah anorganik. Pembuatan ecobrick dilakukan dengan memilah, memotong, dan memadatkan sampah plastik ke dalam botol bekas. Botol-botol ecobrick yang telah terkumpul padat tersebut selanjutnya dirangkai menjadi furnitur fungsional. Melalui sesi praktik langsung, para peserta berhasil membuat produk kerajinan berupa keranjang mini dan kursi sederhana.
Koordinator Desa (Kordes) KKN Inovasi Pesantren Kelompok 9 UPN "Veteran" Jawa Timur, Artika, menegaskan pentingnya keberlanjutan dari kegiatan edukasi lingkungan ini.
"Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti di sini, tetapi dapat menjadi kebiasaan baru yang berkelanjutan bagi lingkungan pesantren," ujar Artika di sela-sela kegiatan.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang agenda berlangsung. Para pengurus aktif mengikuti setiap tahapan pembuatan hingga menghasilkan produk kreatif.
Baca juga: Kejari Jember Buka Lelang 12 Lot Barang Rampasan Negara, Ada Motor hingga Handphone
Melalui pelatihan aplikatif ini, sampah plastik tidak lagi dipandang sebagai limbah semata, melainkan material yang memiliki potensi kreatif serta bernilai ekonomis bagi kemandirian pesantren.
Editor : Yuris. T. Hidayat