Kemendes Apresiasi BUMDes Ketapanrame, Wisata Sawah Sumber Gempong Jadi Contoh Pemberdayaan Desa
Mojokerto, JatimUPdate.id - Staf Khusus Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) Bidang SDM dan Hubungan Kelembagaan, Dr. H.M. Afif Zamroni, mengunjungi Desa Ketapanrame, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, Selasa (4/8/2026).
Kunjungan ini dilakukan untuk melihat langsung keberhasilan desa mengembangkan potensi lokal melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
Kepala Desa Ketapanrame, Zainul Arifin, menjelaskan salah satu andalan desa adalah Wisata Sawah Sumber Gempong yang berdiri di atas Tanah Kas Desa seluas sekitar empat hektare di Dusun Sukorame.
Destinasi tersebut memadukan panorama sawah terasering dengan sumber mata air alami yang tetap mengalir sepanjang tahun.
"Nama Sumber Gempong berasal dari mata air yang tidak pernah kering. Harapannya, setiap pengunjung dapat menghilangkan rasa putus asa saat datang ke tempat ini," kata Zainul.
Wisata yang mulai dikembangkan pada 2021 menggunakan laba BUMDes itu kini dilengkapi beragam wahana, seperti bebek air, sepeda layang, becak terbang, ATV, kereta jelajah sawah sepanjang 380 meter, kolam terapi ikan, gazebo, musala, toilet, hingga area parkir.
Menurut Zainul, pengembangan wisata berdampak langsung pada peningkatan ekonomi warga. Sawah milik masyarakat tetap difungsikan sebagai lahan pertanian sekaligus menjadi bagian dari paket wisata, sehingga pemilik lahan memperoleh bagi hasil.
Warga lainnya juga diberi kesempatan membuka usaha kuliner, menjual oleh-oleh, hingga menjalankan usaha pendukung. Saat ini sekitar 30 kepala keluarga terlibat langsung dalam aktivitas ekonomi di kawasan wisata.
Pemerintah desa juga membuka skema investasi bagi warga untuk pengembangan wahana. Sebanyak 98 kepala keluarga di Dusun Sukorame ikut berpartisipasi dengan sistem bagi hasil.
Seluruh pengelolaan wisata dilakukan oleh BUMDes bersama Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Rakasiwi yang beranggotakan lebih dari 50 warga.
Dalam kesempatan itu, Zainul juga meminta arahan Kemendes PDT terkait mekanisme pemanfaatan aset desa untuk pengembangan kawasan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
Menanggapi paparan tersebut, Afif Zamroni mengaku terkesan dengan inovasi yang dilakukan Pemerintah Desa Ketapanrame.
Ia menyebut kunjungannya bukan hanya untuk bersilaturahmi, tetapi juga belajar dari keberhasilan desa memaksimalkan potensi lokal.
"Saya ingin melihat bagaimana desa ini mampu berkembang, mandiri, dan menyejahterakan masyarakatnya," pinta Gus Afif panggilan akrab Dr. H.M. Afif Zamroni.
Afif menilai Ketapanrame telah melampaui status Desa Mandiri berdasarkan Indeks Desa Kemendes PDT.
Menurutnya, desa tersebut layak disebut sebagai "desa industri", yakni desa yang mampu mengubah seluruh potensi lokal menjadi penggerak ekonomi masyarakat.
"Desa industri bukan berarti dipenuhi pabrik, tetapi desa yang mampu mengoptimalkan potensi menjadi kekuatan ekonomi. Ketapanrame membuktikannya melalui pengembangan wisata yang melibatkan masyarakat secara luas," katanya.
Ia berharap model pembangunan seperti di Ketapanrame dapat menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di Indonesia.
Menurutnya, Kemendes PDT juga perlu menyusun indikator baru setelah status Desa Mandiri agar desa terus terdorong berinovasi.
Di akhir kunjungannya, Afif meninjau langsung kawasan Wisata Sawah Sumber Gempong. Ia menilai Ketapanrame memiliki potensi besar sebagai model pengembangan desa berbasis potensi lokal yang dapat direplikasi di berbagai daerah.(ih/yh)
Editor : Yuris. T. Hidayat