Glagah, Lamongan, JatimUPdate.id – Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Brawijaya melaksanakan pelatihan peningkatan keberdayaan produksi dan manajemen usaha kerupuk ikan bagi Kelompok Masyarakat (POKMAS) Pertiwi Sukses Bersama di Desa Konang, Kecamatan Glagah, Kabupaten Lamongan, Kamis (20/8/2026).
Baca juga: Menu Semesta: Merayakan Kehidupan dan Estafet Amanah Nusantara
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) BIMA KEMENDIKTISAINTEK 2026 dengan fokus memperkuat kemampuan kelompok dalam menghasilkan produk kerupuk ikan yang lebih konsisten sekaligus membangun tata kelola usaha yang lebih tertib dan berkelanjutan.
Program dipimpin oleh Abdul Aziz Jaziri, S.Pi., M.Sc., Ph.D., bersama Rahmi Nurdiani, S.Pi., M.App.Sc., Ph.D. dan Brillyanes Sanawiri, S.AB., MBA., Ph.D. Tim menggabungkan penguatan pada dua aspek utama, yaitu produksi dan manajemen usaha.
POKMAS Pertiwi Sukses Bersama merupakan kelompok masyarakat produktif yang berkembang di Desa Konang. Kelompok yang terbentuk pada akhir 2024 tersebut beranggotakan masyarakat setempat dan mayoritas melibatkan perempuan dari keluarga pembudidaya ikan.
Keberadaan usaha pengolahan ikan diharapkan mampu memberikan nilai tambah terhadap komoditas perikanan lokal, sehingga pendapatan keluarga tidak hanya bergantung pada penjualan ikan segar.
Dalam pelatihan, Abdul Aziz Jaziri memberikan penguatan mengenai reformulasi komposisi produk, standardisasi proses produksi, penerapan Standard Operating Procedure (SOP), serta pentingnya quality control dalam produksi kerupuk ikan.
Standardisasi tersebut dinilai penting karena salah satu tantangan yang masih dihadapi kelompok adalah kualitas produk yang belum sepenuhnya seragam antarproses produksi. Perbedaan komposisi bahan, ukuran, tekstur, maupun tahapan pengolahan dapat memengaruhi konsistensi produk yang sampai kepada konsumen.
Melalui reformulasi dan penerapan SOP, kelompok diarahkan untuk mempunyai formula dan prosedur kerja yang lebih terukur. Pengendalian mutu juga diperkenalkan pada sejumlah tahapan penting produksi agar kualitas kerupuk ikan dapat dipertahankan secara lebih konsisten.
Sementara itu, Rahmi Nurdiani memberikan pendampingan mengenai optimalisasi penggunaan teknologi tepat guna dan penataan proses produksi.
Anggota kelompok mendapatkan penguatan mengenai pemanfaatan alat produksi secara efektif sekaligus pentingnya pembagian tugas yang lebih jelas mulai dari penyiapan bahan, pengolahan, pengemasan hingga pengendalian mutu.
Sejumlah peralatan yang mendukung proses produksi turut digunakan dan diperkenalkan dalam kegiatan, antara lain mixer, continuous band sealer, freezer, timbangan digital, dan food processor. Pemanfaatan teknologi tersebut diarahkan untuk mempercepat proses kerja, meningkatkan ketepatan pengukuran bahan, menjaga kualitas bahan baku, menghasilkan adonan yang lebih homogen, serta memperbaiki proses pengemasan produk.
Tidak hanya menyasar produksi, program juga memberikan perhatian pada keberlanjutan usaha. Brillyanes Sanawiri memberikan pendampingan mengenai pencatatan keuangan sederhana, penyusunan buku kas, rekapitulasi penjualan, penataan arsip administrasi, hingga perhitungan Harga Pokok Produksi (HPP).
Penguatan kemampuan menghitung HPP menjadi penting agar kelompok dapat mengetahui biaya produksi secara lebih akurat dan menjadikannya sebagai dasar dalam menentukan harga jual. Dengan pencatatan yang lebih tertib, perkembangan usaha juga dapat dievaluasi berdasarkan data, bukan sekadar perkiraan.
Dalam kegiatan tersebut, anggota POKMAS mengikuti pendampingan secara langsung, mulai dari pembelajaran pencatatan keuangan hingga praktik penggunaan peralatan produksi dan pengemasan. Antusiasme kelompok juga terlihat saat mencoba penggunaan peralatan yang tersedia di rumah produksi.
Ketua tim pengabdian, Abdul Aziz Jaziri, menjelaskan bahwa penguatan usaha POKMAS tidak cukup dilakukan hanya melalui peningkatan kapasitas produksi. Konsistensi kualitas produk perlu berjalan bersamaan dengan penguatan sistem pengelolaan usaha agar perkembangan kelompok dapat dipertahankan dalam jangka panjang.
Karena itu, pendampingan diarahkan agar anggota kelompok tidak hanya mampu memproduksi kerupuk ikan, tetapi juga memahami standardisasi proses, pembagian tanggung jawab, kontrol mutu, pencatatan biaya, hingga evaluasi usaha.
POKMAS Pertiwi Sukses Bersama sebenarnya telah memiliki modal pengembangan yang cukup kuat. Produk kerupuk ikan kelompok sebelumnya telah didukung legalitas usaha berupa Nomor Induk Berusaha (NIB), Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT), dan sertifikasi halal. Penguatan produksi dan tata kelola pada program tahun 2026 diharapkan menjadi tahapan lanjutan agar usaha semakin siap berkembang.
Baca juga: Aviciena Law Firm Kawal Laporan Dugaan Pungli Kades Brengkok ke Kejari Lamongan
Program pengabdian ini tidak diposisikan sebagai kegiatan pelatihan satu kali. Tim Universitas Brawijaya juga merancang pendampingan dan evaluasi lanjutan agar SOP, pengendalian mutu, pencatatan keuangan, serta pembagian kerja dapat menjadi kebiasaan dalam aktivitas usaha sehari-hari.
Melalui pendekatan tersebut, POKMAS Pertiwi Sukses Bersama diharapkan mampu meningkatkan konsistensi mutu kerupuk ikan, efisiensi produksi, ketertiban administrasi, serta kemampuan mengambil keputusan usaha berdasarkan data.
Pada jangka yang lebih luas, pengembangan usaha olahan ikan ini diharapkan dapat memperkuat hilirisasi hasil perikanan Desa Konang, meningkatkan nilai tambah produk lokal, memperbesar peran ekonomi perempuan, serta mendukung tumbuhnya usaha masyarakat yang lebih mandiri dan berkelanjutan.
Program tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya perguruan tinggi menghadirkan ilmu pengetahuan dan teknologi secara langsung untuk menjawab kebutuhan masyarakat.
Penguatan usaha berbasis potensi perikanan lokal diharapkan dapat berkontribusi terhadap pengembangan ekonomi desa sekaligus mendukung prinsip ekonomi biru melalui pemanfaatan sumber daya perikanan yang memiliki nilai tambah lebih tinggi. (wb/yh)
Editor : Yuris. T. Hidayat