Bupati Sidoarjo Minta Betonisasi Jalan Tambakcemandi Dipercepat

Reporter : Imam Hambali
Bupati Sidoarjo Subandi memantau pekerjaan proyek pembenahan saluran drainase jalan guna penguatan upaya betonisasi Jalan.

 

Sidoarjo, JatimUPdate.id - Bupati Sidoarjo Subandi melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke proyek betonisasi ruas Jalan Desa Tambakcemandi, Kecamatan Sedati, Senin (24/8/2026).

Baca juga: Halaqoh Alim Ulama Tegaskan Khittah NU, Pesantren dan Persatuan Jadi Pegangan Muktamar Ke-35

Dalam peninjauan tersebut, Subandi meminta kontraktor mempercepat pengerjaan proyek yang memiliki panjang sekitar 1,4 kilometer dan lebar 6 meter itu.

Bupati Subandi menemukan adanya deviasi pekerjaan sekitar 4 persen dari target yang telah ditetapkan. Untuk mengejar keterlambatan tersebut, kontraktor menambah alat berat ekskavator dari satu menjadi dua unit.

"Alhamdulillah ekskavatornya sudah ditambah satu lagi. Sehingga ada dua unit ekskavator untuk mempercepat pengerjaan. Mudah-mudahan deviasi ini segera tertutup," kata Subandi saat meninjau lokasi proyek.

Di lokasi, sejumlah pekerja dan alat berat terlihat melakukan pemasangan U-ditch sebagai saluran air. Subandi meminta kondisi cuaca yang mendukung dimanfaatkan untuk mengejar progres pekerjaan.

Meski demikian, dia mengingatkan agar percepatan tidak dilakukan dengan mengorbankan kualitas pembangunan.

Menurut Subandi, kepala desa, konsultan pengawas, hingga masyarakat memiliki peran penting dalam mengawal pelaksanaan proyek. Pengawasan harus dilakukan secara berkala agar setiap tahapan pekerjaan berjalan sesuai ketentuan.

"Kalau sampai satu atau dua hari tidak ada kegiatan di lapangan, kepala desa harus segera melaporkan," tegasnya.

Subandi juga meminta perkembangan proyek diperbarui secara rutin. Dengan pemantauan tersebut, setiap kendala di lapangan dapat segera diketahui dan dicarikan solusi.

Selain menambah alat berat, kontraktor diminta memastikan ketersediaan U-ditch dan material lain yang dibutuhkan.

Menurut Subandi, kelancaran pasokan material menjadi salah satu faktor penting untuk mengejar deviasi pekerjaan.

Baca juga: Ruwatan & Tirakatan RPS Akan Digelar Untuk Mendoakan Sidoarjo beserta Orang Yang Tinggal didalamnya

"Kalau U-ditch dan semua materialnya sudah ready, saya yakin percepatan pekerjaan bisa dilakukan. Karena U-ditch ini kadang juga tergantung, menunggu kering, dan kondisi lainnya.

Makanya, kita pastikan semuanya. Mudah-mudahan pekerjaan bisa selesai tepat waktu seperti yang kita harapkan," ujarnya.

Subandi menargetkan betonisasi Jalan Desa Tambakcemandi selesai pada Desember 2026. Dengan waktu pengerjaan yang masih tersedia, dia optimistis deviasi sekitar 4 persen dapat dikejar.

Tak hanya memantau progres fisik, Subandi juga meminta penataan lingkungan di sepanjang ruas jalan dilakukan bersamaan dengan pengerjaan betonisasi.

Salah satu yang menjadi perhatian adalah keberadaan tiang jaringan milik provider. Di sejumlah titik, terdapat terlalu banyak tiang jaringan yang dinilai berpotensi mengganggu kerapian lingkungan dan penataan ruang jalan.

Subandi meminta jumlah tiang provider yang berlebihan segera ditata. Jika dalam satu lokasi terdapat empat atau lima tiang, dia meminta jumlahnya dikurangi dan dikoordinasikan dengan pemilik jaringan.

Baca juga: Digitalisasi Retribusi Pasar Sidoarjo Digenjot, 12 Pasar Sudah Gunakan MyRetribusi

"Saya butuh kerapian karena sekalian kita lakukan penataan," katanya.

Konsultan pengawas proyek diminta segera berkoordinasi dengan pemilik jaringan untuk menata tiang-tiang tersebut. Penataan diharapkan dapat dilakukan bersamaan dengan proses betonisasi sehingga setelah proyek selesai, lingkungan di sekitar jalan juga terlihat lebih rapi.

"Harapan kita, betonisasinya bagus. Penataannya bagus. Dan, masyarakat bisa menikmati hasil pembangunan dengan nyaman," ungkap Subandi.

Dia kembali menegaskan betonisasi Jalan Tambakcemandi ditargetkan rampung pada Desember 2026. Karena itu, pengawasan terhadap proyek harus diperkuat untuk memastikan pekerjaan selesai tepat waktu sekaligus memenuhi standar kualitas pembangunan.

"Jangan sampai pekerjaan terlambat atau kualitasnya kurang baik, yang akhirnya menjadi beban masyarakat," pungkasnya.(ih/yh)

Editor : Yuris. T. Hidayat

Politik Dan Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru