Bogor, JatimUPdate.id – Sekretaris Kelurahan Mekarwangi, Kota Bogor, Rully, mendorong Bank Sampah Kumpul Mutiara memperluas edukasi pengelolaan sampah ke berbagai RW di wilayahnya.
Menurut Rully, edukasi menjadi salah satu kunci untuk memperluas partisipasi masyarakat sekaligus memastikan inovasi pengelolaan sampah tidak berhenti di satu lingkungan saja.
Baca juga: DPRD Bangka Barat Belajar Kelola Sampah, Syaiful Fakah Soroti Bank Sampah yang Mandek
Hal tersebut disampaikan Rully saat menerima kunjungan Komisi III DPRD Bangka Barat ke Sekretariat Bank Sampah Kumpul Mutiara Bogor, Jumat (28/8/2026).
Rully mengatakan perkembangan Bank Sampah Kumpul Mutiara patut diapresiasi karena jumlah nasabah telah mengalami peningkatan signifikan.
Ia menyebut jumlah nasabah yang sebelumnya hanya sekitar empat orang kini telah mencapai 60 orang.
“Dari 4 sampai 60 nasabah itu luar biasa Pak. Gak mudah Pak proses,” ujar Rully.
Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan bahwa proses membangun kesadaran masyarakat membutuhkan waktu, pendekatan, dan komitmen dari para pengelola.
Rully berharap pengalaman Bank Sampah Kumpul Mutiara dapat menjadi bahan pembelajaran bagi RW lain.
Ia mendorong pengelola terus melakukan edukasi sehingga semakin banyak masyarakat yang memahami manfaat memilah dan mengelola sampah.
“Mudah-mudahan ke depannya bisa terus penambahan, terus bisa memberikan edukasi ke RW lain,” katanya.
Menurut Rully, edukasi yang dilakukan secara konsisten diharapkan dapat meningkatkan jumlah masyarakat yang berpartisipasi dalam program bank sampah.
Baca juga: Syaiful Fakah Dorong Bank Sampah Bangka Barat Mandiri Tanpa Proposal
Dengan semakin banyak warga yang terlibat, pengelolaan sampah berbasis masyarakat diharapkan dapat berkembang secara lebih luas.
Selain memperluas edukasi, Rully berharap model Bank Sampah Kumpul Mutiara dapat diterapkan di wilayah lain.
Menurutnya, salah satu ukuran penting keberhasilan inovasi adalah ketika program tersebut mampu direplikasi dan memberikan manfaat di daerah berbeda.
“Bisa diikutkan Pak, jadi inovasi ini yang mempunyai indikator kalau inovasi ini bisa diimplementasikan di kota-kota lain. Itu adalah indikator nilai yang poin-poin besar,” jelasnya.
Karena itu, Rully berharap Bank Sampah Kumpul Mutiara dapat menjadi pelopor bagi RW lain di Kota Bogor maupun daerah lain.
Baca juga: Di Depan DPRD Bangka Barat, Indah Purwaningsih Ungkap Rahasia Bank Sampah Kumpul Mutiara Bertahan
“Harapan mudah-mudahan bank sampah ini menjadi pelopor di wilayah kami untuk RW lain mungkin di kota-kota lain,” tuturnya.
Rully juga memberikan apresiasi kepada pengelola Bank Sampah Kumpul Mutiara yang dinilai telah menjaga komitmen dalam mengembangkan program tersebut.
Ia berharap pengelola tidak berhenti pada capaian 60 nasabah, tetapi terus meningkatkan partisipasi masyarakat.
“Terima kasih juga untuk Bank Sampah Kumpul Mutiara. Mudah-mudahan selalu terus berkomitmen,” pungkasnya.
Rully menilai perluasan edukasi dan peningkatan jumlah nasabah merupakan dua hal yang harus berjalan beriringan agar gerakan bank sampah dapat tumbuh secara berkelanjutan (*)
Editor : Redaksi