Sidoarjo, JatimUPdate.id - Ratusan santri Pondok Pesantren (Ponpes) Mambaul Hikam, Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, masih menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit setelah diduga mengalami keracunan usai mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Baca juga: Ratusan Santri Ponpes Manbaul Hikam Sidoarjo Diduga Keracunan Usai Santap MBG
Hingga menjelang dini hari, Rabu (2/9/2026), tercatat sedikitnya 393 santri dan anak mendapat penanganan medis di tujuh fasilitas kesehatan di Kabupaten Sidoarjo.
Jumlah korban terbanyak dirawat di RSUD R. Notopuro Sidoarjo, yakni sebanyak 271 orang. Sementara itu, 57 korban menjalani perawatan di RSI Siti Hajar Sidoarjo.
Data sementara penanganan korban juga tercatat di RS Delta Surya sebanyak 14 orang, RS Pusura 13 orang, RS Porong 8 orang, RS Fatimah 22 orang, serta Klinik Azka sebanyak 8 orang.
Direktur RSI Siti Hajar Sidoarjo, dr. H. Iqbal Faizin, MKes, mengatakan hingga pukul 21.15 WIB, hampir 60 pasien telah masuk melalui Instalasi Gawat Darurat (IGD).
Dari jumlah tersebut, tujuh santri membutuhkan perawatan lebih lanjut dan kemudian ditempatkan di ruang rawat inap.
"Seluruh pasien sudah mendapatkan penanganan dari tim medis. Untuk pasien yang kondisinya stabil, kami lakukan observasi dan tindak lanjut sesuai kebutuhan medis," ujar Iqbal.
Menurut dia, pasien yang membutuhkan rawat inap telah ditempatkan di kamar perawatan. Sementara pasien lainnya masih menjalani pemantauan hingga kondisi mereka dinyatakan stabil.
Iqbal memastikan RSI Siti Hajar masih memiliki kapasitas untuk menerima tambahan pasien. Rumah sakit tersebut diperkirakan masih mampu menampung sekitar 50 pasien lagi apabila diperlukan.
"Insya Allah semuanya terkondisikan dengan baik, keluarga maupun pasiennya. Yang keluarga di luar, yang pasien di dalam," katanya.
Baca juga: Bekas Tempat Pembuangan Sampah Disulap Jadi Wisata Wringin Asri di Sidoarjo
Bupati Pastikan Tak Ada Korban Meninggal
Bupati Sidoarjo Subandi bergerak cepat merespons kejadian tersebut. Pada Selasa malam (1/9/2026), Subandi mendatangi Ponpes Mambaul Hikam untuk melihat langsung kondisi para santri.
Ia kemudian menjenguk sejumlah santri yang menjalani perawatan di RSUD R. Notopuro Sidoarjo.
Subandi menegaskan tidak ada korban meninggal dunia dalam peristiwa dugaan keracunan makanan tersebut.
"Tidak ada yang meninggal, semua pasien tertangani dengan baik. Kalau ada berita santri ada yang meninggal, itu hoaks," tegas Subandi.
Baca juga: 15 Siswa SMA Al Muslim Sidoarjo Raih Penghargaan Ajang Talenta 2026
Pemerintah Kabupaten Sidoarjo bersama pihak rumah sakit masih melakukan penanganan terhadap para santri yang mengalami keluhan kesehatan.
Peristiwa tersebut juga menjadi perhatian karena para santri diduga mengalami gangguan kesehatan setelah mengonsumsi menu MBG.
Penanganan medis dilakukan secara serentak di sejumlah fasilitas kesehatan untuk memastikan kondisi para korban dapat segera dipulihkan.
Armada Ambulan Pengangkut Pasien Juga Berasal Dari Kota Surabaya
Secara khusus, jurnalis JatimUPdate.id mengetahui bahwa proses evakuasi korban terdampak porsi MBG di Tanggulangin tersebut yang mencapai ratusan orang telah melibatkan sejumlah armada mobil ambulans, tidak hanya dari wilayah Kabupaten Sidoarjo, namun ambulan itu juga didatangkan dari Kota Surabaya. (ih/yh)
Editor : Yuris. T. Hidayat