Jember, JatimUpdate.id - DPC PROGIB Kabupaten Jember gandeng Sygma Research and Consulting menggelar Focus Group Discussion (FGD), di Warung Cak Sukri, pada Rabu (16/09/2026).
FGD itu membahas tuntas perihal ikhtiar Pentokohan RM Margono Djojohadikusumo, kakek dari Presiden Prabowo Subianto, sebagai Tokoh Perbankan Nasional, dan Ekonomi Kerakyatan.
Baca juga: Putin: Di Bawah Prabowo, Indonesia Jadi Kekuatan Global Selatan; BRICS Pay Jadi Sorotan
Hadir pada kesempatan itu, Perwakilan Dinas Koperasi Usaha Mikro, Perdagangan dan Industri Kabupaten Jember, Anggota TP3D Kabupaten Jember, Bank Syariah Indonesia (BSI), Muspika Ambulu, Anggota Progib Jember dan undangan lainnya.
Bertindak selaku Nara Sumber, CEO JatimUpdate.id, Yuristiarso Hidayat, Peneliti Sygma Research and Consulting Nashir Fakhuruddin, yang dimoderatori oleh Anggota TP3D Kabupaten Jember Didik Muzani, SH.
Sebetulnya, CEO Sygma Research and Consulting, Ken Bimo Sultoni akan hadir langsung, namun sehari sebelumnya Nenek Dosen Ilmu Politik Fisip Universitas Negeri Surabaya itu meninggal dunia, sehingga Ken Bimo berhalangan dan diwakili Nashir Fakhruddin peneliti SRC yang kini menempuh S2 Universitas Brawijaya itu.
Sebelum dimulai FGD, digelar tari tradisional Lahbako, dari Sanggar Seni Ambulu, yang cukup mampu menghidupkan suasana.
Ketua DPC PROGIB Kabupaten Jember Subakri Firdaus, dalam sambutannya menjelaskan, sebagai relawan pengusung pasangan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka, berkomitmen mendukung upaya pemerintah, dalam mensejahterakan dan mencerdaskan rakyat.
"Salah satu agendanya, melalui kegiatan FGD yang kami gelar hari ini," ujar Subakri Firdaus atau dikenal dengan panggilan Cak Sukri itu.
Melalui paparannya, Peneliti Sygma Research and Consulting Nashir, menjelaakan bahwa Sygma Research yang berdiri sejak tahun 2024, telah melakukan serangkaian penelitian intensif, mengenai tokoh RM Margono Djojohadikusumo.
"Hasil penelitian itu kami rangkum dalam sebuah buku, yang kemudian menjadi rujukan pengajuan RM Margono untuk mendapatkan gelar pahlawan nasional," ujarnya.
Sygma Research and Consulting bekerjasama dengan Paguyuban Seruan Eling Banyumas (Seruling Mas) sebagai kelengkapan data dalam pengajuan RM Margono Djojohadikusumo sebagai Pahlawan Nasional.
"Berkat dukungan dari Kabupaten Banyumas dan Pemprov Jawa Tengah, Kini berkas pengajuan sudah di Kemensos RI," paparnya.
Baca juga: Militerisme Prabowo: Fakta atau Persepsi
Sementara, CEO JatimUpdate.id Yuristiarso Hidayat lebih menitik beratkan pada jejak langkah RM Margono Djojohadikusumo, sejak era kolonial Belanda, hingga era Kemerdekaan.
"Kami telah menelusuri sepak terjang sosok ini, sejak era penjajahan Belanda, hingga perannya saat Kemerdekaan," katanya.
RM Margono, kata Yuris seorang Banker yang belajar dari Raden Bei Arya Wiraatmaja, sosok pendiri BRI.
"Kemudian, RM Margono mendirikan BNI 1946, beliau adalah Direktur Utama pertama bank ini, yang kala itu juga bertindak sebagai State Bank alias Bank Sentral yang memiliki kewenangan mencetak mata uang RI alias ORI itu," ujarnya.
Sebagai orang dekat Bung Hatta, RM Margono menjalankan perannya dalam mewujudkan pendirian koperasi di seluruh Indonesia.
"Jejaknya masih terlihat hingga kini di Kabupaten Lumajang, Jember dan Bondowoso, serta daerah lainnya," katanya.
Baca juga: Prabowo Kerahkan 11 Kapal TNI AL Cari 5 Jurnalis yang Hilang Saat Liputan Gunung Anak Krakatau
Jejak langkahnya tertuang dalam buku berjudul Kenang-Kenangan dari Tiga Zaman: Satu Kisah Kekeluargaan Tertulis" yang ditulis langsung oleh RM Margono Djojohadikusumo sebagai autobiografi yang awalnya berbahasa Belanda dan kemudian 1969 dialihkan bahasakan ke bahasa Indonesia oleh salah satu Dosen Fakultas Sastra Universitas Indonesia yaitu Drs Mohammad Radjab.
Buku ini awalnya terbit dalam bahasa Belanda dengan judul Herinneringen uit Drie Tijdperken: Een Geschreven Familie Overlevering.
Diskusi yang begitu ganteng itu, mendapatkan perhatian audiens, yang berharap agar diskusi ini dapat terus berlanjut, sehingga memperkaya khasanah ilmu pengetahuan.
Ketua Panitia Penyelenggara Dahliah menegaskan, bahwa agenda FGD kali ini merupakan agenda pembuka, bagi kegiatan selanjutnya.
"Jika tidak aral melintang, rencananya, FGD ini masih akan terus berlanjut, hingga bulan Nopember mendatang," pungkasnya. (#)
Editor : Miftahul Rachman