Jember, JatimUpdate.id - Sejumlah masyarakat Kabupaten Jember menggelar Deklarasi Pentokohan RM Margono Djojohadikusumo sebagai Bapak Perbankan Nasional dan Ekonomi Kerakyatan.
Deklarasi itu merupakan rangkaian akhir dari agenda Focus Group Discussion (FGD) yang dilaksanakan oleh DPC Progib (Pro Garda Indonesia Bersatu) Kabupaten Jember dan Sygma Research and Consulting, di Warung Cak Sukri, Watu Ulo Ambulu Jember, pada Rabu (16/09/2026).
Baca juga: DPC PROGIB Jember Gandeng Sygma Research and Consulting Gelar FGD: Ikhtiar Pentokohan RM Margono
"Kami, DPC Progib Kabupaten Jember bersama Sygma Research and Consulting, mendeklarasikan Pentokohan RM Margono, sebagai Bapak Perbankan Nasional dan Ekonomi Kerakyatan," ujar Didik Muzani SH, yang memandu deklarasi, dan diikuti oleh sejumlah peserta.
Didik mengklaim, Kabupaten Jember mengawali deklarasi ini, sebagai wujud penghargaan atas jerih payah RM Margono, dalam membangun pondasi ekonomi Indonesia.
"Deklarasi ini merupakan gerakan dari Jember untuk Indonesia," ujarnya.
Penasehat DPC Progib Kabupaten Jember Moh Hasyim mengakui, bahwa melalui FGD ini, baru mengetahui ketokohan RM Margono.
"Kami baru tahu kali ini, karenanya kami ingin agar lebih diperdalam kajiannya, dengan didukung fakta fakta yang ada," ujarnya.
Fakta sejarah adanya jejak perjalanan RM Margono membangun Koperasi di Desa Sukosari Kecamatan Sukowono, semakin memperkuat bahwa RM Margono memang layak ditokohkan.
"Diantaranya, disebut bahwa Koperasi di Sukosari sudah melakukan ekspor sayuran Gubis, malah bukan tembakau ya. Ini cukup mengesankan," ujarnya.
Rangkaian FGD
FGD itu membahas tuntas perihal ikhtiar Pentokohan RM Margono Djojohadikusumo, kakek dari Presiden Prabowo Subianto, sebagai Tokoh Perbankan Nasional, dan Ekonomi Kerakyatan.
Hadir pada kesempatan itu, Perwakilan Dinas Koperasi Usaha Mikro, Perdagangan dan Industri Kabupaten Jember, Anggota TP3D Kabupaten Jember, Bank Syariah Indonesia (BSI), Muspika Ambulu, Anggota Progib Jember dan undangan lainnya.
Bertindak selaku Nara Sumber, CEO JatimUpdate.id, Yuristiarso Hidayat, Peneliti Sygma Research and Consulting Nasir Fakhruddin, yang dimoderatori oleh Anggota TP3D Kabupaten Jember Didik Muzani, SH.
Sebelum dimulai FGD, digelar tari tradisional Lahbako, dari Sanggar Seni Ambulu, yang cukup mampu menghidupkan suasana.
Ketua DPC PROGIB Kabupaten Jember Subakri Firdaus, dalam sambutannya menjelaskan, sebagai relawan pengusung pasangan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka, berkomitmen mendukung upaya pemerintah, dalam mensejahterakan dan mencerdaskan rakyat.
"Salah satu agendanya, melalui kegiatan FGD yang kami gelar hari ini," ujarnya.
Baca juga: Putin: Di Bawah Prabowo, Indonesia Jadi Kekuatan Global Selatan; BRICS Pay Jadi Sorotan
Melalui paparannya, Peneliti Sygma Research and Consulting Nasir, menjelaakan bahwa Sygma yang berdiri sejak tahun 2024, telah melakukan serangkaian penelitian intensif, mengenai tokoh RM Margono Djojohadikusumo.
"Hasil penelitian itu kami rangkum dalam sebuah buku, yang kemudian menjadi rujukan pengajuan RM Margono untuk mendapatkan gelar pahlawan nasional," ujarnya.
Sygma Research and Consulting bekerjasama dengan Paguyuban Seruan Eling Banyumas (Seruling Mas) sebagai kelengkapan data dalam pengajuan RM Margono Djojohadikusumo sebagai Pahlawan Nasional.
"Berkat dukungan dari Kabupaten Banyumas dan Pemprov Jawa Tengah, Kini berkas pengajuan sudah di Kemensos RI," paparnya.
Sementara, CEO JatimUpdate.id Yuristiarso Hidayat lebih menitik beratkan pada jejak langkah RM Margono Djojohadikusumo, sejak era kolonial Belanda, hingga era Kemerdekaan.
"Kami telah menelusuri sepak terjang sosok ini, sejak era penjajahan Belanda, hingga perannya saat Kemerdekaan," katanya.
RM Margono, kata Yuris seorang Banker yang belajar dari Raden Bei Arya Wiraatmaja, sosok pendiri BRI.
"Kemudian, RM Margono mendirikan BNI 1946, beliau adalah Direktur Utama pertama bank ini," ujarnya.
Baca juga: Militerisme Prabowo: Fakta atau Persepsi
Sebagai orang dekat Bung Hatta, RM Margono menjalankan perannya dalam mewujudkan pendirian koperasi di seluruh Indonesia.
"Jejaknya masih terlihat hingga kini di Kabupaten Lumajang, Jember dan Bondowoso, serta daerah lainnya," katanya.
Jejak langkahnya tertuang dalam buku berjudul Kenang-Kenangan dari Tiga Zaman: Satu Kisah Kekeluargaan Tertulis" yang ditulis langsung oleh RM Margono Djojohadikusumo.
Buku ini awalnya terbit dalam bahasa Belanda dengan judul Herinneringen uit Drie Tijdperken: Een Geschreven Familie Overlevering.
Diskusi yang begitu ganteng itu, mendapatkan perhatian audiens, yang berharap agar diskusi ini dapat terus berlanjut, sehingga memperkaya khasanah ilmu pengetahuan.
Ketua Panitia Penyelenggara Dahliah menegaskan, bahwa agenda FGD kali ini merupakan agenda pembuka, bagi kegiatan selanjutnya.
"Jika tidak aral melintang, rencananya, FGD ini masih akan terus berlanjut, hingga bulan Nopember mendatang," pungkasnya. (#)
Editor : Miftahul Rachman