Desak Konfercab, akhiri dualisme loyalitas, dan sikapi rangkap jabatan

Krisis Konstitusional HMI Jember Memanas, Komisariat Ibn Khaldun Ultimatum Pengurus Cabang 2x24 Jam

Reporter : Redaksi
Keterangan Gambar: Ketua Komisariat Cabang HMI Ibn Khaldun Dio Aji Saputra

Jember, JatimUpdate.id — HMI Komisariat Ibn Khaldun Cabang Jember resmi melayangkan tuntutan dan peringatan keras kepada Pengurus HMI Cabang Jember. Tuntutan itu muncul karena organisasi dinilai mengalami kelumpuhan struktural dan krisis konstitusional yang sistemik.

Kelumpuhan Struktural dan Krisis Konstitusional

Baca juga: Pengurus Badko HMI Jatim, Hasbullah Desak Evaluasi Kepala KSOP Tanjung Perak Usai Rangkaian Kecelakaan Pelayaran

Ketua Umum HMI Komisariat Ibn Khaldun Jember Dio Aji Saputra menyatakan akumulasi pelanggaran konstitusi, penundaan regenerasi, dan pengabaian independensi organisasi merugikan hak konstitusional kader di tingkat cabang.

“Kondisi ini tidak bisa dibiarkan berlarut-larut. HMI Cabang Jember saat ini tengah mengalami krisis konstitusional dan kelumpuhan struktural yang sistemik. Kami mendesak adanya perbaikan nyata demi menyelamatkan marwah organisasi,” kata Dio dalam keterangannya, Jumat (18/9/2026).

Empat Tuntutan Komisariat

Komisariat menyampaikan empat poin tuntutan yang wajib segera ditindaklanjuti Pengurus HMI Cabang Jember.

Pertama, Kepastian Konfercab. Pengurus Cabang harus segera menerbitkan Maklumat Kepastian Konferensi Cabang (Konfercab) paling lambat 14 hari sejak dokumen dipublikasikan. Pengurus Cabang juga harus membentuk Steering Committee (SC) dan Organizing Committee (OC) yang independen dan merepresentasikan seluruh komisariat.

Kedua, Tradisi Aksi Kritis. Pengurus Cabang harus menghidupkan kembali tradisi aksi demonstrasi kritis dan tekanan politik terukur kepada pusat kekuasaan daerah, yakni Pemerintah Kabupaten dan DPRD Jember, untuk melawan kebijakan yang menindas rakyat.

Baca juga: Airlangga Pribadi Kusman, HMI, Dan Soekarnoisme

Ketiga, Dualisme Loyalitas. Pengurus Cabang harus menghapus nama kader yang sudah berdomisili atau bergiat di HMI Cabang (P) Lumajang dari struktur aktif HMI Cabang Jember.

Keempat, Sikap Tegas soal Rangkap Jabatan. Komisariat menuntut fungsionaris pengurus cabang yang merangkap jabatan di organisasi eksternal lain, lembaga politik, maupun organ ekstra-struktural membuat pilihan tegas: tetap berkhidmat penuh di HMI Cabang Jember atau mengundurkan diri secara terhormat.

Ultimatum 2x24 Jam

Dio menegaskan, tuntutan tersebut merupakan bentuk pertanggungjawaban moral dan konstitusional demi tegaknya panji hijau-hitam di Bumi Pandalungan. Ia juga memberikan ultimatum keras kepada Pengurus HMI Cabang Jember.

“Jika dalam waktu 2x24 jam tidak ada respons dan langkah konkret dari pengurus cabang, kami pastikan akan mengambil langkah konsolidasi organisasi yang jauh lebih masif,” ujarnya.

Baca juga: Menjaga NU dari Reduksi Politik Kemahasiswaan 

“Jika diabaikan, jangan salahkan kami jika konsolidasi organisasi yang jauh lebih masif kami gerakkan,” tegas Dio.

Respons Pengurus Cabang

Dalam audiensi, Ketua Umum HMI Cabang Jember Ahmad Ridwan bersama jajaran pengurus lainnya menerima pengurus Komisariat HMI Ibn Khaldun. Dio mengutip pernyataan Ridwan bahwa permasalahan itu akan diselesaikan dan ditindaklanjuti dalam waktu 2x24 jam.

“Permasalahan ini akan disampaikan melalui rapat harian cabang. Hasilnya nanti akan disampaikan melalui pemberitahuan langsung ke Komisariat HMI Ibn Khaldun,” kata Dio. (#)

Editor : Redaksi

Politik Dan Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru