PT KAI Sebut Stasiun Malang Catat Lonjakan Jutaan Penumpang

Reporter : Deki Umamun Rois
Satu rangkaian Kereta Api tengah melintas. Publik telah menjadikan sarana transportasi darat dengan moda kereta api sebagai moda yang semakin digemari warga terbukti adanya lonjakan penumpang.

Malang, JatimUPdate.id — Deru lokomotif yang melintasi jalur rel Jawa Timur kian menjadi ritme utama mobilitas masyarakat. PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 8 Surabaya mencatat peningkatan signifikan volume pengguna jasa di Stasiun Malang sepanjang Januari hingga September 2026, menegaskan pergeseran preferensi publik ke moda transportasi massal yang andal dan tepat waktu.

Sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini, stasiun legendaris di Kota Bunga tersebut telah melayani sebanyak 1.668.821 pelanggan. Realisasi ini mencerminkan pertumbuhan sebesar 3,9 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya, yang tercatat sebanyak 1.606.748 penumpang.

Baca juga: KAI Daop 8 Hadirkan Rail Clinic dan Rail Library, Layani 500 Warga Gresik-Sidoarjo

Arus perpindahan manusia terlihat seimbang di kedua arah. Sebanyak 814.918 penumpang tercatat berangkat meninggalkan Malang menuju berbagai destinasi di Pulau Jawa. Sebaliknya, angka kedatangan justru sedikit lebih tinggi, menyentuh 853.903 pelancong dan komuter yang tiba di peron Stasiun Malang.

Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, menyampaikan bahwa tren kenaikan ini merupakan refleksi langsung dari peningkatan kepuasan masyarakat terhadap efisiensi waktu tempuh dan aspek keandalan operasional.

"Pertumbuhan jumlah pelanggan di Stasiun Malang menjadi bagian dari kepercayaan masyarakat yang terus kami jaga. Bagi KAI, peningkatan ini bukan sekadar mengejar angka volume, melainkan memastikan setiap perjalanan berlangsung aman, nyaman, tepat waktu, serta memberikan pengalaman yang berkesan," tutur Mahendro dalam keterangan resminya.

Mahendro juga menggarisbawahi pentingnya budaya keselamatan sebagai pilar fundamental dalam setiap operasional perjalanan. 

"Keselamatan adalah tanggung jawab bersama. Kami terus mengedukasi pelanggan untuk mematuhi regulasi di area stasiun maupun di dalam kereta. Kolaborasi inilah yang menjamin perjalanan tetap selamat dan tertib," imbuhnya.

Baca juga: Pemerintah Mulai Groundbreaking Rusunami Subsidi Transit Oriented Development (TOD) di Kawasan Stasiun Manggarai

Di balik capaian jutaan pergerakan tersebut, armada kelas ekonomi masih memegang peranan vital sebagai pilihan utama mayoritas masyarakat. Dari keseluruhan total volume, sebanyak 984.229 pelanggan memilih layanan kelas ekonomi, terbagi atas 481.844 penumpang keberangkatan dan 502.385 penumpang kedatangan.

Tingginya ketergantungan terhadap kelas ini menunjukkan bahwa faktor keterjangkauan biaya tetap berpadu dengan tuntutan kenyamanan. Transformasi interior gerbong ekonomi modern yang semakin ergonomis dan manusiawi dinilai sukses mempertahankan loyalitas para pengguna komuter maupun pelancong jarak jauh.

"Dominasi kelas ekonomi membuktikan kebutuhan mendasar masyarakat akan moda yang terjangkau namun tetap mengedepankan kualitas prima," jelas Mahendro.

Baca juga: PT KAI Siapkan 10 Hektare Lahan di Stasiun Ketapang untuk Rest Area

Peningkatan trafik di Stasiun Malang ini diiringi langkah KAI Daop 8 untuk terus merevitalisasi fasilitas penunjang, mulai dari integrasi alur penumpang hingga digitalisasi layanan tiket. Modernisasi ini dirancang untuk mengakselerasi peralihan gaya hidup urban menuju transportasi ramah lingkungan yang minim jejak karbon.

Konektivitas rel tidak lagi sekadar sarana berpindah tempat, melainkan telah berevolusi menjadi urat nadi perekonomian, pariwisata, dan interaksi sosial masyarakat Jawa Timur. 

Keberhasilan mempertahankan tren pertumbuhan penumpang di Stasiun Malang membuktikan bahwa integrasi keselamatan, kenyamanan, dan keterjangkauan tarif adalah kunci utama keberlanjutan transportasi publik modern. (dek/yh)

Editor : Yuris. T. Hidayat

Politik Dan Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru