Tim SPU TEKAD Lakukan Kunjungan Ke Kabupaten Sumba Timur

Penasehat Menteri Desa pastikan Program Tekad tepat sasaran dan Berkelanjutan

Reporter : Deki Umamun Rois
Tim SPU TEKAD Kemendesa PDT bersama Kabid PMD DPMD Kabupaten Sumba Timur saat kunjungan kerja di Sumba Timur pada Senin (25/10/2026)

 

 

Baca juga: Swasembada Beras dan Kepercayaan Investasi: Mengubah Capaian Menjadi Kedaulatan Ekonomi

Kota Waingapu, Sumba Timur, JatimUPdate.id – Tim Strategic Project Unit (SPU) Program Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu (TEKAD) Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendesa PDT) melaksanakan kunjungan kerja, observasi lapangan, dan Focus Group Discussion (FGD) di Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur, pada Senin (26/10/2026).

Kegiatan tersebut melibatkan Prof. Dr. H. Zainuddin Maliki, M.Si., selaku Executive Secretary SPU TEKAD yang juga Penasehat Menteri Desa dan PDT, bersama M. Arif'an, S.H., M.H., selaku Advisor SPU TEKAD, serta jajaran Tim SPU TEKAD antara lain Bashtiar Pramana, Siti Cahaya Rani, Dwi Nur Putra dan Sidi Taufan Dirgantara.

Adapun kunjungan ini bertujuan mengevaluasi perkembangan pelaksanaan program, mengidentifikasi capaian dan tantangan, serta menggali potensi keberlanjutan pengembangan ekonomi masyarakat desa.

Tim mengawali kegiatan melalui koordinasi dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Sumba Timur yang diterima Kabid Pemerintah Desa Dinas PMD Yanusep Behi Data, S.Sos, selaku Kepala Bidang Pemberdayaan Desa.

Pertemuan tersebut menghasilkan informasi mengenai pelaksanaan Program TEKAD yang mencakup 17 demplot, 3 kegiatan RITD, 8 kegiatan IF tahun 2026, serta 3 kegiatan IF tahun 2025.

“Kami Pemerintah Daerah Kabupaten Sumba Timur menyampaikan terima kasih atas program TEKAD, karena program ini bisa membuat peningkatan kapasitas masyarakat semakin meningkat. Sebelumnya ada beberapa kegiatan yang mencakup enam lokus pelatihan seperti pelatihan keterampilan tenun, pengolahan pakan ternak, serta literasi keuangan untuk mendukung peningkatan produktivitas dan penguatan usaha ekonomi masyarakat desa, Selain itu kami mendapatkan program TEKAD 17 Demplot, 3 Kegiatan RITD, 8 Kegiatan IF tahun 2026 dan sebelumnya IF Tahun 2025,” kata Kabid Pemerintahan Masyarakat Desa Dinas PMD Kabupaten Sumba Timur, Yanusep Behi Data S.Sos. 

Selain memastikan Program Tekad tepat sasaran dan komitmen Pemerintah Kabupaten untuk bisa melanjutkan Program Tekad Tim SPU TEKAD juga melaksanakan FGD dan observasi langsung di Desa Patawang, Kecamatan Umalulu, untuk memperoleh informasi mengenai implementasi demplot, perkembangan RITD, serta keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan kegiatan ekonomi produktif.

“Kehadiran kami disini memastikan semua Program TEKAD tepat sasaran dan kami berharap agar Program ini bisa diteruskan. Harapan kami program yang sudah dikucurkan di Kabupaten Sumba Timur ini punya manfaat ekonomi tidak hanya manfaat asset saja dengan penyembahan kambing saja, Maka kami minta peran BUMDes di optimalkan untuk kegiatan keberlanjutan kedepannya, kami turun disini atas nama SPU, yang akan kami lihat dilapangan program ini berjalan atau tidak dan akan kami laporkan langsung ke Menteri Desa dan PDT, laporan nota dinasnya langsung ke Pak Menteri,” ujar Prof. Zainuddin Maliki, M.SI selaku Executive Secretary SPU TEKAD yang juga Penasehat Menteri Desa dan PDT 

Program TEKAD yang akan berakhir tahun 2027, maka perlu adanya inovasi kreatif seluruh penerima Program baik Kepala Desa, Bumdes, dan Pemerintah Daerah.

Baca juga: BUMDes Banjar Bumi Mulia Jadi Penggerak Ketahanan Pangan Banjarejo melalui Penyertaan Modal Dana Desa

Komitmen Pemerintah Daerah sangat dibutuhkan agar Program Tekad tidak berhenti karena program sudah berhenti. 

“Dalam setiap kesempatan kami selalu melaporkan semua Program yang berjalan ke Menteri Desa dan PDT dan kami mendorong kepedulian Pemerintah dari tingkat bawah sampai pusat, " kata Prof Zainuddin Maliki.

Lebih jauh Prof Zainuddin Maliki mengatakan kalau terwujud adanya komitmen agar program TEKAD tetap berjalan walaupun program selesai, maka bantuan yang selama ini sudah kucurkan akan semakin berkembang maju.

"Sekaligus juga kita membuka masukan Reformulasi pembobotan indeks desa, pembobotan indeks desa ini menyikapi kebijakan baru dengan berdirinya Kopdes, MBG, Kampung Nelayan dan program lainnya," ungkapnya 

Lebih dalam Prof Zainuddin menyatakan dukung program Presiden dengan Asta Cita ke-6 yaitu Membangun dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan.

Baca juga: BUMDes Sejahtera Desa Rejoagung Bersinergi Dengan Puslit Sukosari Lumajang Perkuat Ketahanan Pangan Desa

"Serta Program Menteri desa dan PDT dengan 12 Rencana Aksi bangun desa, bangun Indonesia,” tutup Prof. Zainuddin Maliki, M.SI selaku Executive Secretary SPU TEKAD yang juga Penasehat Menteri Desa dan PDT serta pernah jadi anggota DPR RI PAN Periode 2019-2024  

Melalui kegiatan ini, Tim SPU TEKAD menekankan pentingnya penguatan kelembagaan ekonomi desa, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, dan pemanfaatan hasil program secara berkelanjutan.

Tim juga menggali informasi lapangan sebagai bahan evaluasi pelaksanaan program, penyempurnaan strategi keberlanjutan exit strategy, serta perumusan rekomendasi kebijakan berbasis kondisi aktual masyarakat.

Kunjungan ini menjadi bagian dari komitmen SPU TEKAD Kemendesa PDT dalam memperkuat efektivitas program, memastikan kebermanfaatan intervensi pembangunan, dan mendorong kemandirian ekonomi masyarakat desa secara berkelanjutan, khususnya di Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Tenggara Timur.

Penulis: Bashtiar Permana (dek/yh)

Editor : Yuris. T. Hidayat

Trending Minggu Ini
Berita Terbaru