Sidoarjo, JatimUPdate.id - Bupati Sidoarjo Subandi mendorong pengembangan Kampung Olahraga Masyarakat hingga tingkat desa dan kelurahan.
Baca juga: Flyover Gedangan: Pembebasan Lahan Rp450 Miliar, Ganti Rugi Dipastikan Cair pada 2027
Selain membudayakan hidup sehat, program tersebut dinilai berpotensi menggerakkan ekonomi lokal melalui keterlibatan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Hal itu disampaikan Subandi saat menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-26 Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) Kabupaten Sidoarjo di Pendopo Delta Wibawa, Sabtu (31/10/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Subandi mengapresiasi kiprah KORMI selama 26 tahun dalam mengembangkan olahraga masyarakat.
Menurutnya, KORMI memiliki peran strategis dalam mengajak masyarakat menjalani pola hidup sehat melalui olahraga rekreasi, olahraga tradisional, senam, dan berbagai aktivitas kebugaran.
"Atas nama Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, saya mengucapkan selamat hari ulang tahun ke-26 kepada KORMI Kabupaten Sidoarjo. KORMI telah menjadi rumah besar bagi olahraga masyarakat yang menggerakkan warga untuk hidup sehat dan aktif," ujar Subandi.
Ia menegaskan, manfaat olahraga masyarakat tidak hanya berkaitan dengan kesehatan dan kebugaran.
Kegiatan yang melibatkan komunitas dan warga juga dapat membuka ruang perputaran ekonomi, terutama bagi UMKM di lingkungan setempat.
Karena itu, Subandi meminta para camat dan kepala desa memberikan dukungan nyata terhadap pengembangan Kampung Olahraga Masyarakat.
Ia berharap program tersebut tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi berjalan secara berkelanjutan hingga menjangkau seluruh lapisan masyarakat.
"Saya titip kepada para camat dan kepala desa agar Kampung Olahraga benar-benar berjalan dengan baik. Kalau kegiatan olahraga masyarakat bergerak sampai tingkat desa dan kelurahan, maka kesehatan masyarakat meningkat dan ekonomi lokal juga ikut tumbuh," katanya.
Pemkab Sidoarjo, lanjut Subandi, juga berkomitmen mendukung KORMI dalam menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) KORMI 2026 di Jember dan Pekan Olahraga Nasional (Pornas) 2027 di Palu.
Baca juga: Dua Tahun Prabowo-Gibran, PMII UNUSIDA Sampaikan Lima Kritik Kebijakan Pemerintah
Ia menilai atlet-atlet olahraga masyarakat yang mampu menorehkan prestasi perlu mendapatkan perhatian dan penghargaan sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi mereka.
Sementara itu, Ketua KORMI Kabupaten Sidoarjo MG. Hadi Sutjipto mengungkapkan, saat ini organisasinya telah memiliki 72 Induk Organisasi Olahraga (INORGA) dan komunitas olahraga yang aktif menggerakkan masyarakat.
Selain itu, KORMI Sidoarjo telah membentuk 312 Kampung Olahraga Masyarakat di berbagai desa dan kelurahan.
Program tersebut menjadi salah satu upaya memperluas partisipasi masyarakat dalam aktivitas olahraga, sekaligus mendorong pemberdayaan ekonomi warga.
"Kami membentuk Kampung Olahraga Masyarakat sebagai upaya membantu mewujudkan masyarakat yang sehat dan bugar. Program ini juga menjadi sarana menggerakkan UMKM karena setiap kegiatan olahraga selalu menghadirkan bazar dan produk masyarakat setempat," ujar Hadi Sutjipto.
Menurutnya, Kampung Olahraga Masyarakat menjadi salah satu inovasi unggulan KORMI Sidoarjo yang mendapat perhatian nasional.
Program tersebut dirancang agar olahraga dapat diikuti seluruh kelompok usia, mulai anak-anak hingga lanjut usia.
Baca juga: Bupati Sidoarjo Serahkan Santunan BPJS Ketenagakerjaan Rp46,3 Juta
KORMI Sidoarjo juga mulai mempersiapkan diri menghadapi agenda kompetisi olahraga masyarakat di tingkat provinsi dan nasional.
"KORMI mendapat tugas menggerakkan olahraga mulai dari anak-anak sampai lansia. Karena itu kami juga siap menghadapi Porprov KORMI 2026 di Jember dan Pornas 2027 di Palu sebagai bagian dari upaya meningkatkan prestasi olahraga masyarakat Kabupaten Sidoarjo," katanya.
Peringatan HUT ke-26 KORMI Sidoarjo turut diisi dengan pemotongan tumpeng sebagai ungkapan rasa syukur.
Dalam kegiatan tersebut, KORMI juga menyerahkan penghargaan kepada para pemenang 10 besar Lomba Kampung Olahraga Masyarakat Tahun 2026.
Kecamatan Krian dan Desa Junwangi meraih posisi terbaik pertama. Posisi kedua ditempati Kecamatan Sidoarjo dan Desa Jati, sedangkan posisi ketiga diraih Kecamatan Jabon dan Desa Trompoasri.
Peringkat berikutnya secara berurutan ditempati Kecamatan Gedangan dan Desa Punggul, Kecamatan Krembung dan Desa Tambakrejo, Kecamatan Tulangan dan Desa Kedondong, Kecamatan Balongbendo dan Desa Watesari, Kecamatan Sukodono dan Desa Jogosatru, Kecamatan Buduran dan Desa Banjarkemantren, serta Kecamatan Candi dan Desa Bligo.(ih/yh)
Editor : Yuris. T. Hidayat