Bondowoso, JatimUPdate.id, – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Bondowoso memperluas program pemberdayaan masyarakat melalui penyaluran 154 paket bantuan alat usaha produktif. Tak hanya itu, Baznas juga menyiapkan gerakan sedekah sukarela di lingkungan sekolah yang hasilnya akan disalurkan kembali kepada siswa dalam bentuk beasiswa.
Penyaluran bantuan berlangsung di Pendopo Raden Bagus Assra, Selasa (3/11/2026). Peralatan yang diberikan disesuaikan dengan kebutuhan usaha penerima manfaat, mulai dari mesin jahit, mesin obras, peralatan pertukangan, kompresor, alat cukur, perlengkapan memasak, etalase, hingga rombong dagang.
Baca juga: Jembatan Sentong Bondowoso Direncanakan Dibuka Kembali 6 November
Setiap kecamatan mendapat alokasi bantuan agar penyalurannya lebih merata dan dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan.
Sementara itu, gerakan sedekah sekolah direncanakan menyasar jenjang SD dan SMP. Pengumpulan dana dilakukan secara sukarela, kemudian dikembalikan kepada masyarakat melalui bantuan beasiswa bagi siswa yang membutuhkan.
Besaran beasiswa yang direncanakan mencapai Rp500 ribu untuk siswa SD dan Rp750 ribu untuk siswa SMP.
"Anak-anak juga perlu diajarkan bersedekah," demikian penjelasan Ketua Baznas Bondowoso, KH. Ahmadi, dalam sesi wawancara.
Setoran ZIS ASN Naik Menjadi Rp105 Juta per Bulan
Di sisi lain, penghimpunan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) dari kalangan aparatur sipil negara (ASN) di Bondowoso menunjukkan peningkatan. Berdasarkan keterangan Bupati Bondowoso, setoran yang sebelumnya sekitar Rp800 ribu per bulan naik menjadi Rp105 juta per bulan sejak Oktober 2026.
Meski mengalami peningkatan, capaian tersebut dinilai masih jauh dari potensi yang dapat dihimpun.
Dengan asumsi sekitar 8.000 ASN menyisihkan Rp50 ribu setiap bulan, dana ZIS berpotensi mencapai Rp400 juta per bulan atau Rp4,8 miliar dalam setahun.
Baca juga: Peringati HSN 2026, Bondowoso Gelar Khotmil Qur’an di 120 Titik Libatkan 720 Huffadz
Untuk mengoptimalkan potensi tersebut, Baznas akan melakukan pendekatan langsung kepada ASN yang belum menunaikan ZIS. Upaya serupa juga akan diperluas ke tingkat desa melalui koordinasi dengan camat dan kepala desa.
Gerakan tersebut ditegaskan tidak dilakukan dengan paksaan, melainkan mengedepankan kesadaran dan keikhlasan masing-masing.
Ketua Baznas Bondowoso, KH. Ahmadi, berharap penghimpunan ZIS pada 2026 dan 2027 terus meningkat sehingga semakin banyak masyarakat yang dapat merasakan manfaatnya.
Ia juga mengingatkan para muzaki bahwa harta yang dikeluarkan untuk zakat dan sedekah tidak akan mengurangi keberkahan rezeki, melainkan menjadi bagian dari ikhtiar untuk memperoleh keberkahan.
Masyarakat Bisa Mengajukan Bantuan Usaha
Baca juga: Disdik Bondowoso Akui Belum Ada Anggaran Khusus untuk Kompetisi Siswa
Selain menyalurkan bantuan, Baznas Bondowoso juga membuka kesempatan bagi masyarakat yang membutuhkan alat usaha produktif untuk mengajukan permohonan.
Pengajuan dapat disampaikan kepada Baznas dan selanjutnya dikoordinasikan melalui camat setempat agar penyaluran bantuan lebih terarah dan merata.
Persyaratan administrasi yang perlu disiapkan meliputi kartu tanda penduduk (KTP), kartu keluarga (KK), dan surat keterangan tidak mampu (SKTM).
Program tersebut juga terbuka bagi perempuan kepala keluarga, termasuk janda yang memiliki potensi dan kemauan untuk mengembangkan usaha.
Melalui berbagai program tersebut, Baznas Bondowoso berupaya mengoptimalkan pengelolaan dana ZIS agar manfaatnya tidak hanya dirasakan melalui bantuan sosial, tetapi juga mampu mendorong kemandirian ekonomi dan mendukung keberlanjutan pendidikan masyarakat. (ries/yh)
Editor : Yuris. T. Hidayat