Sembodo

jatimupdate.id
Catatan Mas AAS

"Teruskan sampai usahamu berhasil. Namun, pulanglah saat kamu sudah mendapatkan tujuanmu!"

Apa arti sembodo itu? Ya, idiom Jawa ini bisa diartikan seseorang memiliki kemampuan lahir juga batin, mampu memiliki dampak bagi orang-orang terkasih dalam lingkungan terkecil nya! Keluarga, kerabat, bisa jadi.

Baca juga: Ontran-ontran Bak Sinetron FTV: Sebuah Drama yang Terus Berlanjut

Badan, atau hari raya lebaran. Bisa jadi bagi sebagian orang, keluarga, adalah perjalanan batin pulang ke kampung halaman tercinta.

Latihan untuk melepas kemelekatan: lahir juga terhadap semua aksesoris dunia. Ia persembahkan semuanya itu untuk sebanyak-banyaknya kebahagiaan lahir juga batin orang-orang tercinta.

Sebelum akhirnya pada suatu ketika, akhirnya akan pulang ke kampung keabadian, bertemu Kekasih TercintaNya. Dan namanya akan menjadi buah bibir bagi orang-orang yang mengenalnya.

Bagi manusia yang Sembodo lahir juga batinnya. Ia akan mengadu, memohon, kepada Sang Gusti. Agar dirinya juga keluarga yang ia ajak mudik bisa mempunyai dampak bagi kehadirannya di kampung halaman. Dan caranya pun bisa beraneka ragam. 

Bisa berwujud berbagi materi, berbagi oleh-oleh, kenapa tidak. Apabila mampu, dan di mampukan. Kenapa rasa Bakhil harus kita pegang kuat-kuat melekat dalam jiwa dan hati ini!

Dan apa pula manfaatnya kehadiran kita dikampung halaman tercinta. Apabila hanya menjual kemewahan, kemegahan, dan keberhasilan semu, untuk diri sendiri saja.

Sedang orang-orang terkasih, disekitarnya baik berkata langsung dan tidak mampu bersuara. Tentu berharap-harap cemas, keberadaan kita bisa memberi sesuatu yang bermanfaat dalam *momen* yang langka ini. Badan setahun pisan, dapat keberkahan, dan kemakmuran, tentunya.

Sebagai lelaki Jawa, kalau hanya bisa menari-nari jual kemegahan saja. Tanpa mampu membuat bahagia, orang-orang terkasih di kampung halaman, ya, tidak usah pulang kampung. 

Bermegah-megah saja sendirian di tempat perantauan.

Baca juga: Urip Ayem Tentrem: Menikmati Gending Lawas di Emper Omah

Dalam analog yang rada maksa. Jadi politisi yang tak bisa memberi dampak signifikan kepada konstituennya setelah terpilih menjadi senator, mending Anda kembalikan saja amanah itu kepada rakyat!

Menjadi manusia yang sembodo lahir juga batinnya. Adalah sebuah *Kredo* seorang manusia Jawa, sehingga ia berani untuk *bertirakat* mendidik keras dirinya sendiri, untuk sampai kepada pengharapan besar yang dicita-citakan.

Hari-harinya berani berproses dan mengambil resiko hidup, bagaimanapun beratnya. Karena manusia itu sadar, akan apa yang ingin dicapainya. 

Dan itulah hidup yang layak diperjuangkan.

Hidup yang memiliki visi jelas dan besar, setidaknya untuk memberikan *dampak positif bagi orang-orang terkasih di dalam hidupnya.

Baca juga: Inspirasi dari Kebaikan Kecil

Adalah bahan bakar yang pasti, mampu menggerakkan seorang manusia.

Mau dan mampu melakukan hal yang besar di dalam hidupnya.

Demikian menurut hemat penulis.

AAS, 20 April 2023

Kota Pahlawan Surabaya

Editor : Redaksi

Politik Dan Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru