Tanda waktu di jam tangan menunjuk pukul 11:11 WIB malam ini. Spontan aku memasuki Rest Area setelah pintu tol Singosari.
Ku parkir gerobak di rest area. Rehat sejenak tuk memahat huruf sedikit, menuangkan segala rasa, juga pikiran, yang berlimpah hadir di kepala.
Baca juga: Ontran-ontran Bak Sinetron FTV: Sebuah Drama yang Terus Berlanjut
Sebelum melanjutkan perjalan pulang ke rumah tercinta di Surabaya.
Daripada kepikiran tentang sebuah tulisan yang belum sempat dipahat soal acara tadi. Mendingan duduk diam sejenak sambil menikmati malam, lalu olahraga jemari sejenak.
Sesaat tadi menghadiri acara di Hotel Ijen Suites Malang. Kumpul guyon maton bareng dengan sesama aktivis kampus, yang dahulu pernah loro lopo bareng. Sebagai mahasiswa yang pernah menyerap dan mencicipi ilmu di kampus tercinta.
Bertemu kembali dalam sebuah wadah yang dahulu membesarkan kita bersama. Semacam menghadiri reuni saja.
Kini, mereka telah bertekun dalam dunia pendidikan. Dan rada spechless saja, ternyata penulis tidak direncanakan sebelumnya, kini juga bertekun dalam dunia yang sama, berprofesi, membangun karir di dunia pendidikan.
Namun, yang namanya ikatan perkawanan, persahabatan, tak akan pernah pudar.
Pertemuan tadi menjadi tempat bercermin dan mematut diri kembali. Untuk menguatkan kedua langkah kaki ini agar terus melangkah, bekerja, dalam kegiatan-kegiatan yang berdampak bagi orang banyak. Di kemudian hari.
Spirit itu tak lekang dimakan waktu. Kehadiran ditempat acara tadi menegaskan kembali Kredo besar itu!
Kegiatan pelantikan pengurus tadi, dihadiri begitu banyak tamu. Para senior dan yunior tumplek blek di auditorium. Acara berlangsung semarak, vibrasi nya mengena. Karena kami dapat bertemu seluruh kolega, yang dahulu pernah menjadi pegiat intra dan ekstra kampus di UB, sekarang mereka telah menjadi WONG semua!
Senang saja, bisa menghadiri, dan bertemu dengan para senior dan yunior, yang dahulu pernah bergandengan tangan merajut kebersamaan bagaimana menghidupkan kampus! Saat berstatus menjadi mahasiswa.
Kini status nya berubah. Sudah menjadi pendidik semua.
Tentu saja dengan menjadi pendidik, banyak peran yang bisa dilakukan. Setidaknya berkontribusi ikut mencerdaskan anak bangsa di negeri tercinta.
Baca juga: Urip Ayem Tentrem: Menikmati Gending Lawas di Emper Omah
Ada klue menarik tadi yang disampaikan oleh senior saat memberikan pidato: Bahwa tugas menyebarkan ilmu adalah tugas yang sangat mulia. Oleh karenanya, jangan sekali-kali merasa cukup atas pengetahuan, dan kepintaran yang kita peroleh selama ini.
Karena tugas pendidik utamanya bagi dosen atau pendidik muda: agar terus menempa diri untuk terus belajar.
Sesiapa saja yang terus belajar dan meningkatkan portofolio diri, maka dengan sendirinya tak akan tergantikan.
Dari seluruh isi sambutan yang terjadi di seluruh acara tadi. Sambutan dari senior di atas yang langsung terasa mak jleb di hati.
Dan sesaat membawa gerobak keluar dari parkiran Hotel Ijen. Diri ini segera ingin mencari tempat yang nyaman buat menuangkan catatan yang sudah rapi namun masih di dalam kepala dipindah ke hape menjadi tulisan.
Dan sebentar lagi, tulisan ini bakalan selesai. Karena mata juga tinggal limang watt saja. Kasur, bantal, juga guling sudah memanggil-manggil untuk menemani diri ini bobok malam. Dan segera kulanjutkan perjalanan kembali menuju Surabaya.
Jadi, silaturahim itu benar-benar besar manfaatnya: bertemu senior, yunior, itu menyenangkan sekali. Rasa lelah yang seharian ini menghampiri, hilang, tersapu oleh kebahagiaan yang dialami pada malam ini!
Baca juga: Inspirasi dari Kebaikan Kecil
Semoga para pengurus yang sudah dilantik, mampu bekerja dengan apik juga bajik, dan utamanya memajukan anak bangsa di negeri tercinta!
Bangga juga dahulu dan kini, pernah dan sedang nyantri luru ngelmu di kampus perjuangan ini!
Siapa yang bakalan memajukan kampus tercinta ini. Ya, tentu saja alumninya, bukan yang lainnnya!
Subhanallah. Hari telah berganti, sekarang pukul 00:01. WIB. Saatnya kudu pulang ini!
Demikian saja, selamat malam semuanya.
AAS, 11 Mei 2023
Arjosari Malang
Editor : Wahyu Lazuardi