Dunia Ini Hanya Permainan Dan Senda Gurau Semata

jatimupdate.id
Catatan MAS AAS


Dari mana kita hendak membuktikan judul tulisan di atas adalah sebuah kebenaran?

Mungkin kita mencoba dari kejadian dan peristiwa kehidupan sehari-hari yang di alami oleh anak manusia!

Baca juga: Ontran-ontran Bak Sinetron FTV: Sebuah Drama yang Terus Berlanjut

Contoh langsung peristiwa yang dialami penulis pada pagi ini adalah sebagai berikut: ketemu pirang perkoro, kalau pagi ini saya sudah duduk di atas jok kuda besi. Dan sedang bawa penumpang yaitu seorang mahasiswi berparas ayu menuju ke kampusnya di UNAIR.

"Apakah ini berkat? Atau malah sebaliknya!" Tak usahlah over thinking yang berlebihan kata teman penulis: "apa yang tengah menghampiri hidup kita itu, adalah takdir Tuhan yang terbaik!"

Dan itu si gadis cantik dengan cara bicaranya yang lembut bilang kepada penulis begini saat hendak duduk di jok motor," Kak jalannya nanti pelan-pelan ya, soalnya saya trauma naik motor sebab pernah jatuh," katanya!

Dan mendengar suara si gadis tersebut, saat perut masih keroncongan, spontan bak mendengar sebuah mantra yang di lantunkan dengan sebuah ketulusan hati, mampu mengoyak kekerasan hati sang drivernya untuk selalu mensyukuri apapun yang terjadi di dunia ini: dan perut itu tetiba menjadi kenyang!

"Siap, adik," ujarku. Dan jarum spidometer kuda terbang itu tak pernah beranjak dari angka 60 km/jam saja. Terus kapan Iki tekan kampus," batinku bertanya!

Namun raga ini tak berontak, malah ada rasa senang yang tetiba masuk menelusup ke dalam benak: duduk di jok sepeda motor lalu di belakangnya ada seorang bidadari, mau apa lagi, nikmat yang mana lagi penulis harus dustakan.

Di tengah pikiran penulis yang masih berkecamuk pikirkan banyak hal: terkait urusan privat!

Baca juga: Urip Ayem Tentrem: Menikmati Gending Lawas di Emper Omah

Di atas satu misal: senyatanya hidup yang sekadar permainan dan senda gurau semata.

Masuk ke cerita lainnya, adalah munajat cinta yang dialami dua anak manusia saat bertemu di acara sebuah reuni semisal? Entah reuni SD, SMP, SMA, bahkan saat Kuliah. Entah malaikat mana dan siapa nama malaikat nya: yang membuka sebuah tabir lawas tersambung kembali. Cinta lama bersemi kembali yang dahulu namanya mungkin cinlok cinta lokasi atau malah disebut cinta monyet. Di awali sebuah becandaan," Nik, Lin, dahulu saat kita masih satu SMP aku pernah ada rasa lho," disampaikan oleh pelakunya langsung kepada si target, di acara reunian yang pelakunya sudah pada gaek dan terjadilah kemudian, para gaek itu merasa hari-hari nya bak anak SMP kembali, baik si pria dan wanita kedua pelaku nya langsung! Begitulah cinta deritanya tiada akhir kata si Patkai dalam film Kera Sakti. Dan yang bikin jadi mau tertawa terus adalah: bahwa para pembaca punya potensi alami kejadian di atas, bukan menakut-nakuti tapi waspadalah waspadalah!

Cerita selanjutnya silakan pembaca yang budiman pelototin itu media televisi, media sosial yang ada: cerita penuh drama sedikit epik banyak kita baca, tonton, yang awalnya bisa menjadi tontonan, namun dalam benak ada pengakuan bahwa semua kejadian yang dilihat tersebut bisa menjadi tuntunan! Seorang menteri setiap pagi, siang, sore, bahkan malam selalu diladeni dipuja puji namun saat kena memolo kehidupan di tangkap aparat hukum, jadilah ia pesakitan: teman pergi, mitra tak meliriknya lagi, kerabat menghindar, bahkan istri minta cerai dan segera urus harta gono-gini tak sanggup hidup menderita berbekal hanya gaji suami saja, tak cukup untuk biayai hidupnya sang istri yang sudah menjadi hamba sosialita ibukota!

Dan hidup itu hanyalah permainan belaka, contoh paling epik di jagat Nusantara ini tentulah: peristiwa ORLA (orde lama) dan ORBA (orde baru) bagaimana Presiden RI yang pertama dan kedua itu mengalami hari tuanya di akhir masa jabatannya sebagai pemimpin republik ini, silakan periksa, baca, dan ambil hikmahnya sendiri-sendiri!

Lalu kita semua di pagi ini ingin memantapkan diri untuk membuat permainan dan senda gurau yang seperti apa? Di dalam kehidupan dunia fana yang teramat sebentar ini!

Baca juga: Inspirasi dari Kebaikan Kecil

Silakan di jawab masing-masing di dalam benak Anda!

"Oalah pakde-pakdhe! Urip kok yo nyenengke mangkene: nggarai ngguyu AE!"

Sekian.


AAS, 13 Juli 2023
Warkop Karmen Surabaya

Editor : Yuris. T. Hidayat

Politik Dan Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru