Karisma atau wibawa adalah sifat seseorang yang seakan mempunyai kemampuan dan kekuasaan yang luar biasa. Istilah karisma pertama kali diperkenalkan oleh Ernst Troeltsch. Max Weber sering memakai istilah karisma dalam menjelaskan tentang kepemimpinan.
Dan pesona seturut kamus besar bahasa Indonesia (KBBI) diartikan merupakan: daya pesona, juga daya pikat.
Baca juga: Ontran-ontran Bak Sinetron FTV: Sebuah Drama yang Terus Berlanjut
Tidak jarang karisma dan pesona seorang pemimpin sering kita jumpai dalam kehidupan keseharian kita: baik di kantor, di rumah, di lingkungan sosial, bahkan di ruang Maya linimasa media sosial kita.
Pada diri penulis sendiri memiliki definisi yang lain, berbeda dari pengertian teori pada umumnya. Saya lebih melihat kepada perilaku langsung serta dampak yang dihasilkan dari perilaku kepemimpinan nya di lapangan.
Tidak jarang seorang pemimpin, yang bekerja dalam ruang senyap, sepi, dari publikasi, juga selfish dan flexing. Menjadikan seketika memberikan apresiasi yang sedemikian tinggi kepada pemimpin yang demikian. "Moro-moro, atau ujug-ujug, bahasa Indonesianya tiba-tiba seluruh program yang digagasnya jadi lalu mampu dimanfaatkan oleh orang banyak, minimal audiens dalam radius serta hierarki kepemimpinannya!"
Pemimpin yang demikian kalau ia lelaki tampak kegantengannya. Namun kalau ia wanita, muncul auranya sebagai seorang puteri yang punya keanggunan memimpin rakyatnya, anak buahnya!
Cara bekerja pemimpin yang berkarisma penuh dengan pesona dirinya yang unggul: ia bekerja dengan sengguh juga tekun mengeksekusi program-program kerjanya dalam nuansa sepi ING pamrih, rame ing gawe.
Itu semuanya bukan sekadar sebuah definisi dari teori kepemimpinan semata, atau sekadar memungut nilai-nilai yang diinspirasi dari tradisi. Beyond dari semua itu adalah: ada ruang sadar, ruang sabar, dan ruang inovasi, yang sudah dijalankan sedemikian rupa dalam waktu yang tidak sebentar oleh sang leader tersebut!
Baca juga: Urip Ayem Tentrem: Menikmati Gending Lawas di Emper Omah
Sebagai aktivitas diri saat melakukan kegiatan sintesis kepemimpinan diri sendiri dalam bukti empiris yang telah dikerjakan sebagai seorang pribadi.
Nah, dari tulisan ini, mungkin bisa menjadi pemantik bagi setiap pembaca yang budiman. Bahwa karisma dan pesona kepemimpinan ini merupakan sebuah tindakan aktif bukan pasif dari kerja-kerja kepemimpinan dan seorang pemimpin.
Artinya apa? Ya, sesegera mungkin, siapapun diri Anda, entah berposisi sebagai apa sekarang ini. Menjadi niscaya untuk melakukan banyak aksi yang produktif yang bisa dilakukan, tanpa atau menggunakan sarana publikasi, yang penting adalah hasil yang nyata! Dan itulah karisma, itulah pesona!
Sebuah guyon maton parineko pagi ini di awal bulan yang baru bulan September 2023. Juga di hari Jumat yang penuh berkah sekarang. Kiranya ada manfaatnya.
Baca juga: Inspirasi dari Kebaikan Kecil
Dan sebagai penutup tulisan, sepenggal doa terbaik, penulis lantunkan ke langit tertinggi teruntuk Anda semuanya.
Semoga Allah SWT, selalu menghadirkan kedamaian, kebahagiaan, serta kelimpahan rejeki, ke hadirat pembaca yang budiman, alhamdulilah .
AAS, 01 September 2023
Kota pahlawan Surabaya
Editor : Yuris. T. Hidayat