Peringati HUT TNI ke -78, Makorem 084/BJ Surabaya Gelar Wayang Kulit

jatimupdate.id
Makorem 084/BJ menggelar acara kesenian Wayang Kulit,Jumat ( 6/10/2023 ) Malam di Halaman Makorem 084/BJ.

SURABAYA, JatimUPdate. Id, -Memperingati Hari Ulang tahun Tentara Nasional Indonesia ( TNI ) yang ke - 78, Makorem 084/BJ menggelar acara kesenian Wayang Kulit,Jumat ( 6/10/2023 ) Malam di Halaman Makorem 084/BJ.

Turut hadir pada pagelaran Wayang Kulit tersebut Danrem 084/BJ Brigjen TNI, Terry Tresna Purnama, S.I.Kom., M.M, beserta dari jajaran TNI.

Baca juga: UB Kenalkan Karakter Brawijayan lewat “Dewa Ruci” di Sabah, Malaysia

Brigjen Terry Tresna Purnama mengatakan, bahwa pagelaran Wayang Kulit malam ini dengan Lakon Bimo Krido tersebut digelar secara serentak di 78 titik di seluruh Indonesia.

" Untuk wilayah Jawa Timur,pagelaran wayang kulit serentak digelar di sembilan ( 9 ) titik, yakni Surabaya, Madiun, Mojokerto, Pacitan, Trenggalek, Ponorogo, Tulungagung, Blitar dan Kediri," kata Terry Tresna Purnama ditemui awak media usai membuka acara wayang kulit dengan Lakon Bimo Krido,di Halaman Makorem 084/BJ,pada Jumat ( 6/10/2023 ).

Ia pun menambahkan,pagelaran wayang kulit yang serentak digelar pada malam ini tidak hanya dilakukan di tanah air.Namun, di negara lain seperti Amerika dan Suriname ( Belanda ) juga menyuguhkan pentas seni wayang kulit yang sama digelar pada malam ini.

Terry Tresna Purnama menerangkan, pagelaran wayang kulit ini merupakan salah satu bentuk seni pertunjukan yang kaya akan nilai-nilai kearifan lokal dan mitologi Indonesia.

Sementara cerita yang ditampilkan pada pagelaran Wayang kulit malam ini, beber Tery Tresna Purnama,adalah salah satu cerita yang sarat dengan pesan moral dan ajaran kehidupan. 

Dalam lakon Bimo Krido dikisahkan bahwa kata Krido artinya perbuatan atau tindakan. Mengandung makna berbuat atau bertindak kebaikan yang bermanfaat untuk Nusa dan Bangsa.

Baca juga: Resepsi Hari Jadi Ke-700, Pemkab Blitar Gelar Pagelaran Wayang Kulit

Sedangkan dalam kisah perang Baratayudha, lanjut Danrem Terry Tresna, Bima berhasil mengalahkan Duryudana. Di sinilah puncak Bimo Krido dalam memberantas kebatilan dan keangkara murkaan. Nilai moral yang terkandung dalam kisah ini adalah keteguhan untuk menegakan hak. Dalam hal ini merebut kembali negara Astinapura secara sempurna.

" Saya yakin kita akan dapat mengambil nilai-nilai filosofis dari cerita wayang kulit, yang bukan hanya sebagai tontonan yang menarik, tetapi juga dapat kita jadikan tuntunan dalam kehidupan sehari-hari," tandas Brigjen Terry.

Danrem Brigjen Terry berharap, pagelaran wayang ini juga sebagai implementasi bersama untuk mewariskan budaya luhur melalui pewayangan kepada generasi penerus untuk tetap mencintai, memelihara dan melestarikan seni budaya wayang kulit Indonesia.

Baca juga: Khofifah: Profesionalitas TNI, Menjaga Kualitas Demokrasi

"Pagelaran wayang kulit ini juga menjadi momentum untuk memperkuat hubungan, kerja sama, dan toleransi antaraTNI-Polri, Pemerintah dan masyarakat. Dalam keberagaman budaya dan tradisi, kita dapat menemukan persatuan dan kekuatan untuk membangun bangsa yang lebih maju dan harmonis," ungkap Danrem. 

Sebagai informasi, selain pagelaran Wayang Kulit,rangkaian kegiatan di Hari Ulang Tahun TNI ke -78 ini juga digelar Sunatan Massal, Pengobatan Gratis, Donor Darah,Bahkan seluruh kegiatan tersebut mendapatkan piagam Rekor Muri oleh Jaya Suprana.Lantaran dari seluruh kegiatan tersebut telah diikuti oleh banyak peserta terbanyak. ( dji )

Editor : Redaksi

Politik Dan Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru