Workshop Penulisan Jurnalistik Anti-Korupsi: Kolaborasi Kominfo Jatim dan KPK untuk Edukasi Warga

Reporter : Redaksi
pelatihan (workshop) 'Penulisan Jurnalistik Anrikiruosi' di Kantor Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Provinsi Jawa Timur, Ruang Anjasmoro Lt. 4 Jl. A. Yani 242 – 244, Surabaya

Surabaya, JatimUPdate.id,- Suasana antusias terlihat saat pembukaan pelatihan (workshop) 'Penulisan Jurnalistik Anti-Korupsi' yang berlangsung di Kantor Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Provinsi Jawa Timur, Ruang Anjasmoro Lantai 4, Jl. A. Yani 242 – 244, Surabaya. Pelatihan yang digelar pada Rabu (12/6/2024) ini dimulai sejak pukul 13:00 hingga 17:00 WIB.

Program pelatihan ini terselenggara atas kolaborasi antara Dinas Kominfo Jawa Timur dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). “Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Timur dalam hal ini berkolaborasi dengan KPK,” kata Sherlita, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Jawa Timur, saat membuka pelatihan tersebut.

Baca juga: Akhmad Munir: Meniti Karier dengan Doa Ibu dan Ketekunan

Sherlita menjelaskan bahwa tujuan dari workshop ini adalah agar sistem pengendalian informasi serta pemahaman tentang korupsi dapat dipahami oleh para wartawan, sehingga dampaknya juga bisa mengedukasi masyarakat. “Pada pelatihan ini, akan ada penjelasan mendalam dari dua pemateri dari KPK, dan dua orang pemateri lainnya dari media ternama di Jakarta,” lanjutnya.

Data dari KPK menunjukkan hingga saat ini setidaknya ada 430 laporan masuk terkait korupsi yang berasal dari Jawa Timur. Namun, baru sekitar 142 kasus yang telah ditangani oleh KPK. Hal ini menunjukkan perlunya pemahaman yang lebih dalam dan pengendalian informasi yang tepat mengenai isu korupsi.

Baca juga: Dua Kali Jatuh di Lubang yang Sama: Kutukan Kekuasaan di Tulungagung

Sokip, Wakil Ketua Bidang Kerja Sama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Timur, menyatakan bahwa pelatihan semacam ini sangat dibutuhkan dan sebaiknya diagendakan secara rutin. “Pengendalian informasi yang benar tentang korupsi tidak hanya sekedar informasi tentang tindakan penangkapan, tapi juga butuh pemahaman lain seperti edukasi pencegahan,” ujar Sokip.

Ia menambahkan, “Kami berharap ada workshop secara berkala. Jika wartawan semakin paham, maka pemberitaan yang dibuat juga semakin mencerahkan masyarakat.”

Baca juga: KPK Lakukan OTT, Bupati dan Beberapa Pejabat Pemkab Tulungagung Diamankan

Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan para wartawan dapat lebih memahami dan menyampaikan informasi terkait korupsi dengan lebih baik, sehingga masyarakat dapat lebih teredukasi dan turut serta dalam upaya pencegahan korupsi di Indonesia.(YH)

Pelatihan Penulisan Jurnalistik Anti-Korupsi

Editor : Yuris. T. Hidayat

Politik Dan Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru