Aktivis Mahasiswa Asal Jembrana Ingin Pemimpin Yang Punya Semangat Ke Bhinnekaan

Reporter : Miftahul Rachman
Keterangan Gambar: Aktivis Mahasiswa Asal Jembrana Provinsi Bali, Wahyu Effendy

Jembrana _ JatimUpdate.id _ Aktivis Mahasiswa asal Jembrana yang kini kuliah di Universitas Muhammadiyah Jember, Wahyu Effendy, ingin Bupati Jembrana I Nengah Tamba melanjutkan kembali kepemimpinannya pada periode ke 2.

Pernyataan itu disampaikan Wahyu melalui jaringan selulernya, kepada media ini, pada Selasa (16/07/2024) sore.

Wahyu berpendapat bahwa I Nengah Tamba selama ini tidak membedakan pelayanan kepada penganut agama apapun, meski mayoritas Warga di Kabupaten Jembrana penganut agama Hindu.

"Namun, kami sebagai orang muslim juga mendapatkan pelayanan yang sama," katanya.

Bahkan, menurut Wahyu, kegiatan keagamaan yang dilaksanakan orang Islam, juga mendapatkan fasilitas dukungan sepantasnya. 

"Pak Tamba ini sosok yang menurut kami sangat peduli terhadap kegiatan keagamaan, beliau sangat religius," ujarnya.

Selain itu, selama kepemimpinannya, kata Wahyu sudah banyak peningkatan yang signifikan. Diantaranya, Pendapatan Asli Daerah, dari 145 juta pada tahun 2020, terus meningkat hingga pada tahun 2022 mencapai 185 juta.

"Memang APBD Jembrana kan hanya 1,1 triliun rupiah. Sangat kecil dibandingkan lainnya, namun Pak Bupati berhasil meningkatkan PAD nya," ujarnya.

I Nengah Tamba, hanya 3,5 tahun menjabat sebagai Bupati Jembrana, sejak tahun 2020 - 2024. Namun, menurut Wahyu terus melakukan berbagai inovasi untuk menggenjot Pemkab Jembrana, dalam mewujudkan Jembrana Emas 2026 . 

"Beragam potensi di Jembrana itu , baik dari sektor pertanian, perikanan, pariwisata, industri dan lainnya yang diharapkan dapat menjadi peluang bangkitnya Kabupaten Jembrana," harapnya.

Menurut Wahyu, Bupati Jembrana I Nengah Tamba, juga berhasil meningkatkan potensi Kabupaten Jembrana, diantaranya sektor pertanian yang bertumpu pada tanaman padi dan kakao. 

"Produksi kakao Jembrana terus digenjot dan dikembangkan," katanya.

Pernyataan Wahyu, mengutip Laman resmi Pemkab Jembrana, yang menjelaskan bahwa hasil fermentasi Kakao Jembrana telah diakui hingga ke pasar Eropa, yang meneguhkan Jembrana sebagai kota kakao.

 Pengembangan kakao Jembrana ini juga mendapat dukungan pemerintah pusat dengan dibangunnya Mayor Project Factory Sharing sebagai rumah produksi Bersama dari Kementerian Koperasi dan UKM .

Disektor budaya , Jembrana juga memiliki tradisi yang tidak ada di daerah lainnya di Bali. 

Tradisi Jegog dan Makepung menjadi daya tarik utama wisata di Jembrana. Selain itu juga Jembrana memiliki beberapa wisata alam yang patut untuk dikunjungi, bahkan salah satunya telah masuk 75 besar nominasi Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) dari Kemenparekraf.

Tamba juga menjelaskan berbagai faktor pendukung menuju Jembrana Emas 2026. Indikator awalnya adalah dibangun jalan tol Gilimanuk - Mengwi yang dapat memangkas waktu tempuh dari Denpasar ke Jembrana.

Ditempat ini juga akan dibangun Taman Hiburan berkelas internasional yaitu Taman Kerthi Bali Semesta di Pekutatan akan banyak menarik wisatawan mancanegara di Jembrana.

Di sektor lalu lintas laut, pelabuhan Gilimanuk secara bertahap juga akan ditingkatkan kualitasnya. 

Selain itu, Jembrana sebagai penghasil hasil laut terbesar di Bali. Pada tahun ini pelabuhan ikan Pengambengan juga direvitalisasi dengan anggaran yang mencapai Rp 891 Miliar. (MR)

Editor : Redaksi

Politik Dan Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru