Catatan Berserakan
Panggil Saya Encop atau Sopia Saja
Panggil Saya Encop atau Sopia Saja
.
Oleh: Dwiki Setiyawan
Sekretaris Eksekutif Majelis Nasional KAHMI
.
Jakarta, JatimUPdate.id - Selasa (28/04/2026), seorang teman akan menambah gelar akademik doktor. Di depan namanya. Menjadi Dr. Encop Sopia.
Ia politisi. Kader Partai Gerindra. Seorang perempuan tangguh. Petarung sejati. Betapa tidak? Bahwa di tengah budaya patriarki kita ini, nama dan kiprahnya, mendapat tempat di hati... Di mata konstituen pemilihnya
Empat kali Encop yang aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan Forum Mahasiswa Ciputat (Formaci) itu berturut-turut menjadi anggota parlemen, adalah bukti tak terbantahkan.
Sejak 2008, fungsionaris Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) Periode 1992-1994 ini, menjadi anggota dan Pengurus Partai Gerindra. Pada Pemilu 2009, ia terpilih anggota DPRD Kota Serang Provinsi Banten.
Lima tahun kemudian, ia jadi anggota DPRD Provinsi Banten. Di periode 2014 - 2019. Hingga 2 pemilu berikutnya di 2019 dan 2024, ia tetap bercokol di DPRD Provinsi Banten.
Encop yang alumni Jurusan Dakwah Fakultas Ushuluddin IAIN (kini UIN) Syarif Hidayatullah Ciputat itu bukan sekedar punya talenta politik. Namun juga visi. Dan misi. Berpadu padan dengan kelihaian komunikasi, jejaring kuat mengakar dan 'amunisi', lantas jalin berkelindan sedemikian rupa. Sehingga membuatnya bertahan.
Tak mudah itu dilakukan. Di tengah iklim kompetisi politik lokal maupun nasional, yang nyaris berlaku hukum: menghalalkan segala cara.
Semua jalan dilakukan untuk merengkuh posisi. Merebut kekuasaan. Bagi banyak politisi, tak soal delapan penjuru angin ditempuh dan lalui. Untuk menggapainya. Entah itu dari jalan terang, gelap hingga temaram.
Pada konteks realitas di atas, Encop bisa melaluinya. Ia bagaikan terbang tinggi, meliuk-liuk di antara sepoi angin dan puting beliung politik pada pendakiannya. Ia, politisi langka. Dan hakikatnya juga bukan perempuan biasa.
***
Encop lahir pada 3 April 1971. Dari pasangan H. Jayadi Thoha dan Hj. Ainun. Sebagai anak bungsu dari 8 bersaudara.
Ibu dari Gautama Rahman Hadi ini, menceritakan tentang asal usul namanya. Dalam sebuah tulisan yang digoreskannya sendiri. Cukup menempuh.
Kata dia, "Mungkin awalnya aku diberi nama Sofia. Namun panggilan anak-anak Banten dan Sunda untuk "sof" terasa asing di lidah. Dipanggilah "Encop". Maka jadilah namaku Encop Sopia."
Ia katakan lebih lanjut, "Panggil saja Encop Sopia, aku pasti akan menengok dan tersenyum untuk saling tegur sapa," seraya tegaskan untuk jangan ragu dan enggan memanggilnya Encop atau Sofia saja.
"Tidak masalah di panggil Encop atau Sofia. Karena aku dan engkau adalah kita. Yang bersaudara. Sebagai warga. Orang Banten," tandas dia.
***
Senin kemarin, Mas Fatah Yasin, senior dan salah seorang mentor saya berkabar. Ia sedang di Mall Margocity Depok. Bersama Encop Sopia. Mas Yasin sebagai Sekjen PB HMI Periode 1992-1994, yang notabene salah satu pimpinan Encop kala aktif di PB HMI. Gus Yasin tak bisa hadir acara Sidang Promosi Doktor Encop hari Selasa ini.
"Sengaja saya temui adinda Encop Sopia untuk memberikan dukungan moral dan juga selarik doa. Moga-moga berkah ilmu yang didapatkannya," ujar Mas Yasin di perpesanan WhatsApp.
Adapun Sidang Promosi Doktor Ilmu Politik Encop Sopia berlangsung di Auditorium Yuwono Sudarsono, Gedung F Lantai II Kampus Fisip Universitas Indonesia.
Disertasinya bertajuk: "Mendorong Representasi Substantif Perempuan di Tingkat Lokal: Studi Lahirnya Peraturan Daerah Berperspektif
Gender di DPRD Kabupaten Pandeglang, Banten dan Kabupaten Karawang, Jawa Barat
(Periode 2019–2024)."
Promotor : Prof. Dr. phil. Aditya Perdana, M.Si.
Ko-Promotor : Dr. Sri Budi Eko Wardani, M.Si.
Saya beberapa kali jumpa dengan Encop Sopia. Biasanya jumpa pada momen Buka Puasa Bersama Ramadan yang digelar rutin PB HMI 1992-1994.
Seperti dua foto di frame terlampir pada postingan ini. Acara bukber di Resto Batik Kuring Kawasan SCBD Jakarta Selatan. 2023 yang silam.
Saya abadikan gambar satu per satu peserta yang hadir. Termasuk bidikan pada Encop yang nampak bermata sayu itu. Pun selfi dengannya.
Akhir kata, sembari acungkan jempol pada Encop, saya ucapkan selamat atas pencapaian gelar Doktor Ilmu Politik. Moga keberkahan ilmu dan kehidupan mengiringinya.
Editor : Redaksi