Bondowoso _ JatimUpdate.id _ Kelompok Kerja Kepala Sekolah (KKKS) Kecamatan Grujugan Kabupaten Bondowoso, laksanakan workshop implementasi kurikulum merdeka yang bertempat di Aula Kantor Korwil Pendidikan Kecamatan Grujugan Kabupaten Bondowoso, Kamis - Jum'at 18-19 Juli 2024.
Workshop implementasi kurikulum merdeka ini dibuka langsung oleh Koordinator Wilayah (Korwil) Pendidikan Kecamatan Grujugan, Ruhaniyah, S.Pd., M.Pd. Ia mengungkapkan bahwa dalam kegiatan workshop ini dilaksanakan selama 2 hari untuk memahami kebijakan kurikulum paradigma baru (kurikulum merdeka), dan implementasinya.
Baca juga: BREAKINGNEWS: Jembatan Sukowiryo di Jalan Mastrip Bondowoso Ambrol Satu Sisi, Akses Dibatasi Ketat
"Kegiatan ini sengaja dilakukan dua hari, agar lebih mudah dalam memahami mengenai kurikulum merdeka, dan bisa mengimplementasikannya serta mengembangkannya," kata Ruhaniyah dalam sambutannya.
Ia mengapresiasi atas terlaksananya kegiatan ini, ucapan terimakasih kepada Kelompok Kerja Kepala Sekolah (KKKS) Kecamatan Grujugan telah memfasilitasi kegiatan ini, dan dewan guru yang telah hadir.
"Terimakasih dan apresiasi kepada para Kepala Sekolah SD Se Kecamatan Grujugan telah memfasilitasi acara ini, dan terimakasih kepada dewan guru yang telah hadir mensukseskan acara ini," ungkapnya.
Acara kemudian dilanjutkan dengan materi yang disampaikan langsung oleh Ibu Ruhaniyah selaku Korwil Pendidikan pada hari pertama tentang Implementasi Kurikulum Merdeka, dan pada hari kedua oleh Ibu Swarnaning Tyastutik, selaku Kepala SD Dadapan 1 Kecamatan Grujugan, yang merupakan sekolah penggerak di Kecamatan Grujugan, tentang Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila.
Ibu Ruhaniyah, sebagai pemateri pada implementasi kurikulum merdeka ini memaparkan bahwa Kurikulum Merdeka akan memberikan keleluasaan kepada pendidik untuk menciptakan pembelajaran berkualitas yang sesuai dengan kebutuhan dan lingkungan belajar peserta didik.
Baca juga: Retribusi Administrasi Dihapus, Raperda Pajak Baru di Bondowoso Permudah Layanan Publik
"Sebagai Output workshop ini diharapkan guru bisa mengenal kurikulum merdeka, guru bisa menganalisa analisa pembelajaran untuk peserta didik. Sehingga dengan penerapan kurikulum merdeka guru bisa membuat modul ajar sekaligus bisa membedakan karakter peserta didik berdasarkan potensinya masing-masing," terang Ibu Ruhaniyah dalam pemaparannya.
"Pemahaman ini mencakup pemetaan standar kompetensi, merdeka belajar dan asesmen kompetensi minimal sehingga menjamin ruang yang lebih leluasa bagi pendidik untuk merumuskan rancangan pembelajaran dan asesmen sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan peserta didik," tambahnya.
Pada akhir kegiatan, Lia Kartika, S.Pd sebagai salah satu peserta pada workshop implementasi kurikulum merdeka, yang merupakan guru kelas 6 dan sekaligus Wakil Kepala Sekolah bagian kurikulum dari SD Plus Al Ishlah, mengungkapkan rasa terima kasih atas terselenggaranya kegiatan ini dan kepada para pemateri yang telah dengan sepenuh hati untuk memberikan ilmunya.
Baca juga: Bupati Bondowoso Resmi Buka Festival Ramadhan 2026, Dorong Ekonomi Rakyat dan Pelestarian Budaya
“Alhamdulillah pelatihan implementasi kurikulum merdeka ini cukup menambah ilmu bagi kami, semoga kerja sama yang baik terus terjalin dalam rangka memberikan pendidikan terbaik untuk anak didik kami di Sekolah kami," ungkapnya.
" workshop kali ini cukup menginspirasi dan memotivasi untuk lebih banyak berinovasi dalam proses belajar mengajar yang disesuaikan dengan kurikulum merdeka," bebernya.
Diketahui, workshop ini dihadiri oleh 20 Sekolah Dasar yang ada di Kecamatan Grujugan, dengan guru kelas 2, 3, 5, dan 6 setiap sekolah sebagai peserta yang hadir. (Aris)
Editor : Redaksi