Semarang, Jatimupdate.id - Ketua BEM Hukum Undip, Sofa Dzunnuhasani menyoroti demokrasi Indonesia yang menurutnya terlalu terkesan menindas rakyat bahkan hanya mementingkan kelompok saja, bahkan oposisi dari pemerintahan pun dimatikan langkahnya oleh para pemangku jabatan.
Dalam wawancaranya dengan jurnalis Jatimupdate.id, Sofa menjelaskan bahwa secara filofis, demokrasi dimaknai sebagai teori yang tidak sempurna.
Baca juga: Survei, Kekuasaan, dan Ilusi Legitimasi Formal
"Secara filosofis demokrasi dimaknai sebagai teori yang tidak sempurna, karena ketika menampung banyak aspirasi, demokrasi akan melibatkan banyak kepala untuk mengaplikasikannya" ujarnya pada Senin (16/9).
Menurutnya hal tersebut yang membuat mengapa banyak masyarakat tidak sepakat dengan sistem demokrasi, karena tidak pernah ada konsep secara aktualisasi yang memperlihatkan kesetaraan juga keputusan yang berpihak untuk kepentingan banyak orang.
"Bahkan beberapa ahli juga menjelaskan bahwa demokrasi merupakan prinsip yang gagal, namun paling laris digunakan karena banyak melibatkan partisipasi masyarakat untuk kebijakan yang akan diberikan pemerintah" lanjut Sofa.
Baca juga: Demokrasi Elektoral: Antara Koreksi Struktural dan Langkah Mundur Kedaulatan
Mirisnya, demokrasi di Indonesia banyak mengalami kritikan atas kegagalannya, karena dapat dinilai dari minimnya partisipasi masyarakat pada kebijakan yang ditetapkan, bahkan beberap kebijakan terkesan menindas rakyat dan hanya mengutamakan kepentingan kelompok elit saja.
"Demokrasi Indonesia banyak menuai kritik namun pemerintah tetap saja melakukan atau melaksanakan kebijakan atas keputusan yang mendapatkan banyak cemooh dari masyarakat, sangat miris sekali" tegas Sofa.
Baca juga: Akhmad Munir : Dilema Industri Pers Saat Ini Seperti Kiasan Di Benci Tapi Dirindukan
Sofa berharap agar kewajiban pemerintah dapat betul-betul diaplikasikan.
"Dalam kebijakan prinsip (meaningfull participation), yang sejati kewajiban untuk dilaksanakan pemerintah betul-betul di aplikasiakan, mengingat bentuk negara kita adalah republik, dimana penyelengaraan kenegaraan itu dari rakyat" pungkasnya.
Editor : Yuyung CY