Surabaya, JatimUPdate.id - Ketua tim pemenangan Eri Cahyadi dan Armuji (Erji) Nur Syamsi buka suara terkait hasil survei informal yang menyebut 80% ASN di Surabaya tidak mendukung pasangan petahana tersebut.
Menurut Syamsi harusnya angka 80 persen itu betul-betul berdasarkan hasil survei. Sedangkan pihaknya belum mendapatkan basis data tersebut.
Baca juga: Survei KedaiKOPI 88,8 % Masyarakat Puas dengan Pemerintah dalam Mudik Lebaran 2026
"Kan Kalau ngomong angka-angka itu harus ada hasil survei dan seterusnya gitu kan, nah sejauh ini kami belum mendapatkan basis data itu sih," kata Syamsi, di kawasan Yos Sudarso, Selasa (8/10).
Syamsi menegaskan, hasil survei informal maupun formal terdapat metode surveinya, sehingga hasilnya kredibel dan bisa dijadikan acuan.
"Ada metode nya," sergah Syamsi.
Maka dari itu, Syamsi menegaskan pihaknya tidak terlalu risau dengan hasil survei informal tersebut.
Baca juga: Halalbihalal ASN Sidoarjo, Bupati Subandi Tekankan Transformasi Digital dan Peningkatan Pelayanan
Sebab, pihaknya fokus pada penyampaian visi-misi program dan rekam jejak yang sudah dilakukan pasangan calon walikota dan wakil walikota Eri-Armuji.
"Kan survei informal atau formal itu kan harus ada metode-metode surveinya, sehingga hasilnya itu kemudian bisa dijadikan acuan untuk melakukan langkah-langkah yang mungkin pas untuk kondisi-kondisi seperti itu," demikian Nur Syamsi.
Sebelumnya, Ketua Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Jawa Timur Heru Satriyo mengklaim penolakan terhadap pemcalonan Eri Cahyadi - Armuji (Erji) pada Pilkada Serentak 2024 semakin besar, termasuk kalangan ASN di Surabaya.
Baca juga: Pemotongan TPP Kota Malang Picu Kekhawatiran ASN
Berdasarkan salah satu survei informal, Heru menyebut 80% ASN di Surabaya tidak mendukung Eri Cahyadi, sisanya hanya 7% yang memberikan dukungan.
"Fenomena ciptaan Eri ini sangat unik. Kotak kosong yang diciptakan nya sendiri justru Eri terlihat takut akan keberadaannya. Padahal kotak kosong tersebut adalah hasil karyanya sendiri,” ungkap Heru di Resto Hedon Estate, Minggu (6/10). (Roy)
Editor : Yuris. T. Hidayat