KPU Bondowoso Kerja Bareng Forhati Dorong Peran Perempuan Dalam Pilkada 2024

Reporter : M Aris Effendi
Keterangan Gambar: KPU Kabupaten Bondowoso dan Forhati Bondowoso kegiatan sosialisasi peningkatan partisipasi pemilih dan pendidikan pemilih bagi segmen perempuan di Pilkada Serentak 2024

Bondowoso, JatimUPdate.id -  KPU Kabupaten Bondowoso menggelar kegiatan sosialisasi peningkatan partisipasi pemilih dan pendidikan pemilih bagi segmen perempuan di Pilkada Serentak 2024, bertempat di Ponpes Nurul Falah, Binakal, Bondowoso, Selasa siang (8/10/2024).

Acara yang dihadiri oleh sekira 60 peserta dari unsur perempuan tersebut, bekerja sama dengan organisasi perempuan, yaitu Forum Alumni HMI Wati (Forhati) Kabupaten Bondowoso.

Baca juga: KPU Bondowoso Gelar Rapat Evaluasi dan Pendidikan Politik

Hadir dalam kegiatan, Komisioner KPU Bondowoso Divisi Perencanaan Data dan Informasi (Rendatin) Imroatul Husnah beserta staf KPU, jajaran pengurus Forhati Bondowoso serta pemateri dari eks Ketua KPU Bondowoso 2014-2019 Hairul Anam dan para tamu undangan peserta sosialisasi.

Dengan tema "Peran Perempuan dalam Pesta Demokrasi Kepala Daerah Tahun 2024", Imroatul Husnah menyampaikan dalam sambutannya bahwa sosialisasi kali ini menyasar pemilih perempuan, dengan tujuan agar para perempuan nantinya menggunakan hak pilihnya pada Pilkada November mendatang.

Menurutnya, perempuan memiliki hak dan peran yang sama dengan laki-laki untuk memilih dan dipilih dalam Pemilihan Serentak 2024. Baik Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur maupun Bupati dan Wakil Bupati atau Walikota dan Wakil Walikota, khususnya di Kabupaten Bondowoso.

"Pentingnya peran perempuan dalam proses demokrasi sering kali dipandang sebelah mata dalam politik. Padahal kontribusi mereka sangat vital untuk menciptakan keseimbangan dan keadilan dalam pengambilan keputusan," katanya.

Iim, panggilan akrabnya, satu-satunya anggota KPU Bondowoso dari unsur perempuan ini mengatakan bahwa sosialisasi ini dilakukan sebagai bagian dari upaya menyongsong Pilkada Serentak 2024. Dimana pemilih diharapkan lebih sadar akan hak dan kewajiban politiknya.

"Kelompok pemilih ini (Perempuan) memiliki pengaruh besar terhadap keberhasilan proses demokrasi di wilayah Kabupaten Bondowoso. Ayo kita jadi perempuan cerdas. Jangan sia-siakan hak pilih kita dalam Pilkada 27 November 2024 nanti," pungkas Iim dalam sambutannya.

Acara selanjutnya yaitu pemaparan materi oleh Hairul Anam, dan dipandu moderator Wike Wijayanti. Dalam pemaparan materinya, eks Ketua KPU Bondowoso tersebut menyampaikan sesuai tema yang diangkat, yaitu peran perempuan dalam pesta demokrasi Kepala Daerah tahun 2024.

Menurut Anam, dalam pesta demokrasi ini, perempuan juga bisa berperan baik sebagai pemilih atau yang dipilih. Dalam hal ini menjadi calon Kepala Daerah.

Baca juga: Hasil Rekapitulasi KPU Bondowoso Pilkada 2024, Paslon Bupati 01 RAHMAD Menang 51,33%

"Jika menjalankan peran menjadi pemilih, maka harus bisa jadi pemilih yang baik," ungkap Anam.

Artinya, Anam menjelaskan para peserta sosialisasi setelah mengikuti sosialisasi, harapannya bisa menyampaikan apa yang didapat kepada tetangga, anggota keluarga, dan masyarakat lainnya. Dalam hal ini membantu KPU dalam hal sosialisasi tahapan pemilihan. Serta mengajak menggunakan hak pilihnya dan jangan golput.

"Jangan sampai golput. Rugi jika hak suara untuk memilih tidak digunakan dalam pesta demokrasi yang diselenggarakan 5 tahun sekali," ujar Anam.

Ia juga menjelaskan, terkait peran menjadi yang dipilih, seperti halnya calon gubernur Jawa Timur. Yang mana ketiga calon gubernur adalah dari perempuan semua.

Ia juga menambahkan, terkait DPT (Daftar Pemiih Tetap) jumlah pemilih perempuan rata-rata lebih banyak dari pada jumlah pemilih laki-laki. Rata-rata 52% pemilih perempuan, dibanding dengan laki-laki sejumlah rata-rata 48%. 

Baca juga: KPU Bondowoso Jadwalkan Distribusi Logistik Pilkada 2024 dan Pastikan Keamanannya.

Hal yang sama juga dengan penggunaan hak pilih. Jumlah pengguna hak pilih perempuan rata-rata lebih banyak dari pada pengguna hak pilih laki-laki yang menggunakan hak suaranya.

"Dalam pemilihan, kaum perempuan menyumbang banyak kontribusi dalam penggunaan hak pilih," jelas Anam.

Setelah pemaparan materi, dilanjutkan dengan kuis dan pembagian doorprize bagi yang mau bertanya dan bisa menjawab pertanyaan.

Sosialisasi ini diharapkan dapat meningkatkan partisipasi pemilih perempuan pada Pilkada 2024 dan meningkatkan peran perempuan dalam berdemokrasi. (Ar)

Editor : Redaksi

Politik Dan Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru