Petani Asal Tulungagung Tewas Mendadak di Blitar, Diduga Akibat Penyakit Jantung

Reporter : Redaksi
Petani Asal Tulungagung Tewas Mendadak di Blitar, Diduga Akibat Penyakit Jantung

Blitar, JatimUPdate.id – Seorang petani asal Tulungagung, Murdi (69), ditemukan meninggal dunia setelah mengalami serangan jantung saat mengunjungi rumah temannya di Desa Darungan, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar, pada Jumat pagi (18/10). Kejadian ini terjadi sekitar pukul 07.30 WIB.

Menurut keterangan Ipda Putut Siswahyudi, Kasubsi PIDM Sihumas Polres Blitar dalam keterangan tertulisnya mengungkapkan, korban tiba di rumah temannya, Edi Alik (52), untuk mengecek kondisi ladang jagung. Beberapa saat kemudian, Murdi mulai mengeluh sesak napas dan segera mengambil obat jantung dari dashboard motornya.

Baca juga: Konsolidasi Serikat Petani Kalibakar (SIKAB) Dorong Pelaksanaan Reforma Agraria Dari Bawah

"Namun, meski telah meminum obat Clopidogrel Bisulfate 75 mg dan Isosorbide Dinitrate, Murdi tiba-tiba mengalami kejang dan meninggal di tempat," ungkap Ipda Putut.

Baca juga: Petani Tuban Kebanjiran, LaNyalla Minta Menteri PU dan BBWS Bengawan Solo Bergerak Cepat

Edi Alik, bersama seorang saksi lainnya, Musimin (70), mengatakan bahwa korban sempat duduk dan mengeluh sakit di dada. Setelah meminum obat, kondisi korban tidak membaik, dan dalam waktu sekitar 3 menit, korban kejang-kejang sebelum meninggal dunia. Berdasarkan keterangan keluarga, korban memang memiliki riwayat penyakit jantung yang sudah lama dideritanya.

Petugas dari Polsek Lodoyo Barat dan tim INAFIS Polres Blitar segera mendatangi lokasi kejadian setelah menerima laporan. Tim medis dari Puskesmas Kademangan melakukan pemeriksaan awal terhadap jenazah. Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan atau luka di tubuh korban, dan kematian ini diyakini akibat serangan jantung.

Baca juga: Petani Madiun Sampaikan Aspirasi kepada LaNyalla Soal Krisis Pertanian dan Dampak Perubahan Iklim

"Keluarga korban telah membuat surat pernyataan yang menyatakan bahwa mereka menolak dilakukan otopsi dan menerima kematian Murdi sebagai musibah. Surat tersebut disahkan oleh Kepala Desa setempat. Jenazah korban kemudian dibawa ke Puskesmas Kademangan sebelum diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan," imbuhnya. (*)

Editor : Redaksi

Politik Dan Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru