Surabaya, JatimUPdate.id - Ketua Komisi A DPRD Surabaya Yona Bagus Widyatmoko menuturkan, saat sidak Command Center 112 menemukan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) kadaluarsa sejak 2021, serta 14 monitor CCTV rusak.
Yona menegaskan, Command Center 112 sangat rawan terjadi kebakaran. Sebab, ada ratusan monitor yang menyala 24 jam non stop.
Baca juga: Apresiasi Purabaya-Kenpark Lewat Tol, Eri Irawan Dukung Kembali Pakai Bus
"Jika sewaktu-waktu terjadi korsleting dan terbakar, pemadaman tidak bisa bekerja maksimal," ujar Yona, Jum'at (15/11).
Maka dari itu, dia menekankan permasalahan ini segera dibenahi, karena Ruang command center fungsinya sangat penting, bukan hanya berkaitan dengan keamanan petugas.
Akan tetapi, lanjut legislator Gerindra tersebut warga Surabaya juga banyak butuh pertolongan darurat.
Baca juga: BPJS Nonaktif Tanpa Pemberitahuan, Warga Miskin Terancam Gagal Operasi
"Kami meminta agar hal ini segera ditangani. Kami berikan waktu sepekan untuk kekurangan yang kami temukan dibenahi, minimal APAR ini," kata Yona.
Anggota Komisi A Tubagus Lukman Amin juga menemukan kerusakan pada 14 monitor CCTV yang memantau seluruh Surabaya.
Baca juga: DPRD Surabaya Soroti Dinamika Normalisasi Sungai Kalianak Tahap II
Pun penataan sistem dianggap belum terstandar. Menurutnya, harus ada exhaust untuk menyedot udara panas dari layar.
"Ini menjadi penyebab potensi kebakaran karena korsleting listrik. Seharusnya udara dikondisikan sejuk. Tapi ternyata pendingin ruangan tidak memadai." demikian Tubagus Lukman Amin. (Roy).
Editor : Miftahul Rachman