Banjir Bandang di Kabupaten Bondowoso berdampak pada Rusaknya sejumlah Jembatan

Reporter : M Aris Effendi
Suasana para warga kerja bakti gotong royong membuat jembatan darurat terbuat dari bambu, akibat banjir bandang yang merobohkan jembatan yang ada.

Bondowoso, JatimUPdate.id,- Banjir bandang yang melanda sejumlah desa di Kecamatan Tlogosari Bondowoso Jawa Timur pada hari Minggu (22/12) lalu, tidak hanya merendam rumah warga dan membanjiri lahan persawahan, tetapi juga merobohkan beberapa jembatan yang ada di wilayah tersebut.

Jembatan yang roboh seperti di Dusun Duren menuju Desa Brambang Darussalam, kemudian jembatan penghubung Dusun Potok - Dusun Sukorejo Desa Pakisan, dan jembatan penghubung Desa Pakisan dan Desa Sulek.

Baca juga: BREAKINGNEWS: Jembatan Sukowiryo di Jalan Mastrip Bondowoso Ambrol Satu Sisi, Akses Dibatasi Ketat

Akibatnya, aktivitas warga mengalami gangguan dan terhambat. Karena jembatan tersebut merupakan jembatan penghubung antar desa dan sebagai akses jalan aktivitas warga.

Seperti diketahui, jembatan penghubung dari Dusun Duren menuju Desa Brambang mengalami amblas. Begitu pula jembatan alternatif lain dari Desa Pakisan ke Dusun Potok Desa Brambang juga terhanyut oleh derasnya banjir.

Hal ini menurut M. Hafidi, tokoh pemuda Dusun Duren Desa Brambang mengatakan, jembatan tersebut amblas sekitar pukul 2 dini hari (23/12). Hafidi menceritakan bahwa saat itu, hari Minggu (22/12/2024) hujan memang turun dengan deras, mulai pukul 7 pagi hingga 3 sore. Kemudian lanjut lagi hujannya dari pukul 6 sore sampai 12 malam.

"Mungkin ini yang mengakibatkan kedua jembatan ini tidak kuat menahan derasnya banjir," kata Hafidi pada Selasa (24/12).

Baca juga: Retribusi Administrasi Dihapus, Raperda Pajak Baru di Bondowoso Permudah Layanan Publik

Karena hal itu, agar aktivitas bisa berjalan normal, sejumlah warga desa setempat bekerja bakti gotong royong membangun jembatan darurat yang terbuat dari bambu.

Andi, Kepala Dusun Potok mengatakan pembuatan jembatan darurat ini sangat dibutuhkan karena merupakan akses menuju kecamatan, puskesmas, dan ke daerah lain.

"Pembuatan jembatan sementara ini didahulukan karena jembatan ini akses untuk ke balai desa ataupun ke kecamatan. Selain itu juga banyak warung-warung yang mau belanja ke pasar," terang Andi menjelaskan.

Baca juga: Bupati Bondowoso Resmi Buka Festival Ramadhan 2026, Dorong Ekonomi Rakyat dan Pelestarian Budaya

Diketahui, setiap harinya jembatan tersebut juga banyak dilalui orang luar desa yang mau ke dusun atau Desa Brambang. Baik yang ke sawah ataupun ke hutan untuk menanam bawang, cabe, dan yang lainnya.

Andi pun berharap pihak-pihak terkait dalam hal ini pemerintah daerah dan wakil rakyat dapat membantu kondisi warga yang terkena bencana banjir.

"Semoga segera ada bantuan pembangunan jembatan ini.
Khususnya anggota dewan yang sudah duduk dipilih menjadi wakil rakyat," pungkasnya. (ris/yh)

Editor : Yuris. T. Hidayat

Politik Dan Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru