Respons Positif Terkait SPMB, Abdul Ghoni: Pendidikan Harus Merata bagi Anak Bangsa 

Reporter : -
Respons Positif Terkait SPMB, Abdul Ghoni: Pendidikan Harus Merata bagi Anak Bangsa 
Abdul Ghoni Muklash Ni'am, dok Jatimupdate.id/roy

Surabaya, JatimUpdate.id - Anggota Komisi D DPRD Kota Surabaya Abdul Ghoni Mukhlas Ni’am merespons positif dihapusnya sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) yang diganti menjadi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) berbasis domisili 2025. 

Kendati begitu, legislator PDI Perjuangan itu mengingatkan perubahan nama PPDB ke SPMB tidak menghilangkan rasa keadilan pendidikan bagi anak bangsa.

Baca Juga: Apresiasi Purabaya-Kenpark Lewat Tol, Eri Irawan Dukung Kembali Pakai Bus

“Pak Menteri Abdul Mu’ti sudah katakan pergantian PPDB ke SPMB untuk memberikan pendidikan bermutu bagi rakyat, ya kita lihat saja perjalanannya semoga memang terealisasi,” ujat Abdul Ghoni, Minggu (2/2)

Ia berharap SPMB untuk pendaftaran murid baru harus merata dan memiliki rasa keadilan bagi calon siswa baru, tidak seperti sistem zonasi yang banyak dikeluhkan wali murid.

Ia menegaskan, apapun kebijakan pemerintah pusat pemerintah daerah di daerah past melaksanakan kebijakan tersebut.

Baca Juga: BPJS Nonaktif Tanpa Pemberitahuan, Warga Miskin Terancam Gagal Operasi

“Stigma yang lalu bahwa percuma anak pintar tapi ga bisa masuk SMP negeri karena terganjal zonasi. Nah, Stigma ini kita hilangkan di sistem yang baru ini. Kita tunggu juknisnya saja,” demikian Abdul Ghoni Mukhlas Ni'am 

Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya, Yusuf Masruh menegaskan, akan mengikuti arahan transisi sistem penerimaan siswa baru tersebut. 

Baca Juga: DPRD Surabaya Soroti Dinamika Normalisasi Sungai Kalianak Tahap II

Menurutnya, perubahan ini bertujuan untuk memberikan layanan pendidikan yang lebih optimal bagi semua lapisan masyarakat.

“Pada dasarnya, kami siap menerapkan sistem baru ini. Sosialisasi akan digencarkan agar masyarakat memahami perubahan yang akan diterapkan,” tutup Yusuf. (Roy)

Editor : Miftahul Rachman