Fatayat NU Surabaya Lantik PAC dan PR, Luncurkan Sejumlah Program Inovatif

Reporter : -
Fatayat NU Surabaya Lantik PAC dan PR, Luncurkan Sejumlah Program Inovatif
Pelantikan PAC dan PR Fatayat NU Surabaya

Surabaya,Jatim update.id – PC Fatayat NU Surabaya menggelar Pelantikan Raya Pimpinan Anak Cabang (PAC) dan Pimpinan Ranting (PR) di Masjid Raya Islamic Center Surabaya, Sabtu (22/2). Ketua PC Fatayat NU Surabaya, Camelia Habiba, menegaskan acara ini menjadi momentum penting dalam memperkuat organisasi serta memperluas jaringan kader.

Selain pelantikan, Fatayat NU Surabaya juga meluncurkan sejumlah program inovatif untuk memperingati lima tahun kepengurusan yang terus bersinergi dengan berbagai elemen dan instansi.

Baca Juga: FGD “Bulak Bebas Stunting”, Fatayat NU Soroti Gizi dan Edukasi Calon Pengantin

"Dengan adanya berbagai program baru ini, Fatayat NU semakin memperkuat perannya dalam mendukung kemajuan perempuan dan masyarakat secara keseluruhan," ujar Habiba.

Salah satu program unggulan yang diperkenalkan adalah peluncuran Kartu Tanda Anggota (KTA) Fatayat NU Surabaya. Program ini dirancang untuk memastikan keanggotaan lebih terstruktur dalam rangka Program Sejuk (Sejuta Kader).

Habiba memaparkan, Fatayat NU juga mengumumkan pembentukan Garda Fatayat (Garfa), unit khusus yang berfokus pada keamanan, pemberdayaan perempuan, dan bantuan sosial.

Baca Juga: Ulet dan Inovatif, Pengusaha Muda Surabaya Poduksi Sol Sepatu Capai 12 Ribu Sehari

"Garfa diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi komunitas serta meningkatkan peran Fatayat NU dalam masyarakat," jelasnya.

Program lain yang diluncurkan Sahabat Qurani, kelas Tahsin Al-Qur'an yang menyasar segmen internal maupun eksternal Fatayat NU.

Baca Juga: Sinergikan Program Kerja, LPBHNU dan Fatayat NU Surabaya Teken MoU

Habiba menjelaskan, berbagai inovasi ini merupakan bagian dari komitmen Fatayat NU untuk terus berkembang dan memberikan manfaat lebih luas.

"Tujuan program ini adalah meningkatkan kualitas bacaan Al-Qur’an serta memperdalam pemahaman agama di kalangan anggota dan masyarakat umum. Kami ingin Fatayat NU tidak hanya menjadi wadah bagi perempuan, tetapi juga sebagai penggerak perubahan dalam berbagai bidang, mulai dari sosial, pendidikan, hingga pemberdayaan ekonomi," demikian Camelia Habiba. (Roy)

Editor : Miftahul Rachman