Pemkot Surabaya Pastikan Realisasi Utang Rp 400-900 M Tahun Ini
Surabaya, JatimUPdate.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memastikan rencana skema utang mulai terealisasi tahun ini. Kepala Bappedalitbang Kota Surabaya, Irvan Wahyudrajad, menyebut nilai yang disiapkan berkisar Rp 400 hingga Rp 900 miliar, tergantung kekuatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
"Pengajuan kita bertahap. Yang besar kemungkinan di 2026. Tahun ini sekitar Rp 400 sampai Rp 900 miliar, tergantung PAD," kata Irvan di kawasan Yos Sudarso, Selasa (25/2).
Baca Juga: Disorot Presiden AMI Tantang Pemkot Surabaya Klarifikasi Status Rumah Radio Bung Tomo
Irvan menegaskan, keterbatasan waktu dan kekuatan APBD menjadi pertimbangan utama. Sebab, sisa waktu realisasi hanya sekitar 3-4 bulan di akhir tahun.
Program pembangunan kampung menjadi prioritas utama. Pemkot menargetkan penyelesaian paving jalan, saluran air, penerangan jalan umum (PJU), hingga pembangunan balai RW rampung pada 2026.
Baca Juga: Anggaran Rp191 Miliar, Pemkot Surabaya Koordinasikan Beasiswa Pemuda Tangguh
"Kalau APBD kuat, kita tidak perlu banyak utang. Tapi kita lihat kondisi, yang besar mungkin 2026. Pak Wali ingin semuanya selesai di 2026," tambahnya.
Saat ini, Pemkot masih berkoordinasi dengan beberapa lembaga keuangan. Alternatifnya bisa dari PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) atau perbankan, tergantung bunga terendah.
Baca Juga: Polemik Beasiswa Pemuda Tangguh, Disbudporapar Akui Kebijakan Berubah
Selain itu, Pemkot juga intens berkonsultasi dengan Kemenhub, Bappenas, dan Kemendagri terkait dokumen perencanaan, termasuk Feasibility Study (FS).
"Kami sudah mengundang enam bank besar, juga SMI. Targetnya, saat PAK diajukan ke dewan pada Juni-Agustus, kita sudah bisa mengambil alternatif pembiayaan untuk percepatan program Asta Cita dan pertumbuhan ekonomi 8 persen," demikian Irvan Wahyudrajad. (Roy)
Editor : Miftahul Rachman