Jumat Ganteng, Gerakan Sedekah Potong Rambut Para Komunita Tukang Cukur

Reporter : -
Jumat Ganteng, Gerakan Sedekah Potong Rambut Para Komunita Tukang Cukur
Suasana Jumat Ganteng yang diinisiasi para pencukur alias tukang cukur dan Barbershop di Malang sebagai bagian kegiatan sosial.

 

Malang, JatimUPdate.id : Di Kota Malang, sekelompok tukang cukur menginisiasi cara unik untuk menebar kebaikan.

Baca Juga: Presiden Prabowo Beri Penghargaan Qori Terbaik MTQ Nasional

Mereka berkumpul setiap hari Jumat, bukan untuk mencari keuntungan, melainkan untuk berbagi melalui keahlian mencukur rambut.

Kegiatan ini telah berlangsung sejak tahun 2020 dan kini dikenal sebagai Jumat Ganteng, sebuah bentuk sedekah yang sederhana namun bermakna.

Kegiatan ini diprakarsai oleh Riko Panca Sandika dan sejumlah tukang cukur lainnya yang berkomitmen untuk memberikan layanan cukur gratis kepada anak-anak yatim, kaum dhuafa, dan santri tahfidz.

Kegiatan ini adalah program sosial yang bertujuan memberikan potongan rambut gratis kepada mereka yang membutuhkan.

Selain itu, mereka juga membagikan makanan dan minuman kepada orang-orang yang hidup di jalanan, seperti pengamen dan tukang becak.

Inisiatif ini dimulai pada tahun 2020 dan berlangsung setiap hari Jumat. Kegiatan ini juga telah berlanjut hingga saat ini, meskipun jadwal kunjungan ke pesantren atau panti asuhan di bulan Ramadhan belum ditetapkan.

Jumat Ganteng menjangkau berbagai daerah di Malang Raya, termasuk Pondok Pesantren Yatim Dhuafa Al-Ikhlas di Singosari, serta wilayah lain seperti Gondanglegi, Kepanjen, dan Wajak.

Baca Juga: Disorot Prabowo, Pemkot Malang Siap Tertibkan Baliho Demi Estetika Kota

Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan kerapihan dan kenyamanan bagi anak-anak yang kurang mampu.

Lebih jauh Riko menyatakan, "Kita tidak mencari uang di sini, tapi mencari berkah."

Hal ini mencerminkan semangat berbagi yang menjadi inti dari kegiatan mereka.

Para anggota berkumpul dan berangkat ke lokasi yang telah disepakati, mencukur rambut anak-anak sejak pagi hingga menjelang waktu salat Jumat.

Model potongan rambut disesuaikan dengan permintaan pengasuh pondok. "Kalau ustadnya bilang rapi semua, ya harus rapi," ungkap Riko.

Baca Juga: Belajar Ulang Menjadi Ilmuwan: Catatan Seorang Doktor dari Sebuah Percakapan Menjelang Dies Natalis

Jumat Ganteng bukan hanya sekadar mencukur rambut, tetapi juga membangun kebersamaan.

Setelah kegiatan mencukur, mereka menutup dengan makan bersama untuk mempererat hubungan antara tukang cukur dan anak-anak santri.

Meskipun tidak memiliki struktur organisasi formal, mereka tetap berkomitmen untuk berbagi dan mencari berkah, tanpa terbebani oleh target tertentu.

"Pokoknya jalan terus, istiqomah, karena kita sama-sama mencari berkah," tutup Riko. (dek/yh)

Editor : Yuris. T. Hidayat