DPRD Bantah Pernyataan Walikota Krisis Lahan Makam di Surabaya, Masih Banyak yang Bisa Dipakai

Reporter : -
DPRD Bantah Pernyataan Walikota Krisis Lahan Makam di Surabaya, Masih Banyak yang Bisa Dipakai
Aning Rahmawati, dok Jatimupdate.id/roy

Surabaya,JatimUPdate.id – Pernyataan Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, yang menyebut lahan makam di kota ini dalam kondisi kritis mendapat tanggapan berbeda dari DPRD.

Wakil Ketua Komisi C, Aning Rahmawati, menilai kondisi lahan makam tidak separah yang disampaikan Eri.

Baca Juga: Surabaya Butuh Pengelolaan Lumpur Tinja, Ciptakan Iklim Sehat di Permukiman

“Saya mendapatkan data dari DLH, di Keputih masih ada 32 ribu unit. Di Simo juga masih banyak. Sementara di Sumberejo dan Warugunung, aset pemkot masih tersedia untuk makam,” kata Aning, Kamis (20/3).

Menurutnya, yang mengalami keterbatasan hanya di TPU Babat Jerawat, bukan di seluruh Surabaya.

Aning juga menyoroti lahan makam kampung yang selama ini tidak mendapat perhatian anggaran dari Pemkot.

Baca Juga: Timbulkan Bau Menyengat, DPRD: Kapasitas Pengelohan Limbah Tinja di Keputih Perlu Ditingkatkan 

“Kalau Pak Wali menyampaikan sistem tumpang, mungkin itu yang di Babat Jerawat. Tapi kalau secara keseluruhan, lahan masih ada. Makam kampung itu disediakan untuk warga, tapi tidak ada support dari APBD. Selama ini hanya mengandalkan dana keluarahan (dakel) yang sangat terbatas,” beber Aning

Terkait prediksi kebutuhan makam untuk 30 tahun ke depan, Aning menilai masih perlu perhitungan lebih lanjut. “Kalau dihitung ulang, saya kira Warugunung dan Sumberejo masih bisa dioptimalkan,” demikian Aning Rahmawati.

Sebelumnya, Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi menyebut dari 13 Tempat Pemakaman Umum (TPU) milik Pemkot semuanya hampir penuh. Sistem tumpang menjadi langkah darurat untuk menangani lahan makam yang kian terbatas.

Baca Juga: Sering Wakili Eri Cahyadi di Sidang Paripurna, Lilik Bantah Isu Disiapkan Jadi Calon Wali Kota 

Menurutnya, tidak sedikit warga Surabaya yang terpaksa menumpuk jenazah keluarga dalam satu liang lahad. Sehingga memantik Pemkot mencari solusi konkret

"Iya penuh, (TPU) Babat Jerawat ya penuh. Keputih penuh kurang dikit. Ya memang terpaksa tumpang tindih kalau tidak ada lahan, karena jumlah kita (penduduk Surabaya) terlalu banyak. Ya nanti kan berbagi. Jadi tidak kita biarkan satu jenazah satu makam terus, gak nututi (gak cukup)," tutur Eri kepada wartawan Minggu (9/3). (roy)

Editor : Yuris. T. Hidayat