In Memorial Edmen Paulus, Jurnalis Radio di Jatim

Lutfil Hakim : Edmen Paulus, Saya Kenal Awal di Radio SCFM.

Reporter : -
Lutfil Hakim :  Edmen Paulus, Saya Kenal Awal di Radio SCFM.
Ucapan Flayer Duka Cita Atas wafatnya Jurnalis dan pegiat radio Edmen Paulus, jurnalis Jatim Media. (Foto Suara Merdeka Surabaya)

 

Surabaya, JatimUPDate.id : Dipenghujung bulan Suci Ramadhan, Keluarga Besar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Timur Berduka, seorang rekan jurnalis senior yang awalnya berkecimpung di dunia radio telah berpulang, wafat hari ini (Minggu,30/03/2025) dengan tenang. Beliau dikenal bernama Edmen Paulus.

Baca Juga: Ulfatur Riski, Juara Lomba Menulis Esai HPN 2026 & HUT ke-80 PWI Kabupaten Pamekasan

Kabar duka tersebut tersiar dari berbagai grup Whatsapp wartawan. Dari informasi yang tersiar, Edmen Paulus meninggal dunia akibat serangan jantung pada Minggu, (30/30/2025), sekitar pukul 07.45 WIB.

Setelah dibawa ke Rumah Sakit (RS) Wiyung Sejahtera Surabaya, Edmen Paulus dinyatakan meninggal dunia. Setelah itu, jenazah dibawa ke rumah duka Adi Jasa ruang 16, Surabaya. Ibadat penghiburan dilaksanakan pada Minggu, 30 Maret 2025, jam 19.00 WIB

Disisi lain, secara khusus Ketua PWI Jatim, Lutfil Hakim mengirimkan narasi wa di grup mantan wartawan Bisnis Indonesia dan beberapa grup jurnalis lainnya untuk mengenang persahabatan yang erat antara Pak Item, begitu kalangan wartawan memanggil Lutfil Hakim dengan sahabatnya Edmen Paulus.

Atas seijin Lutfil Hakim tulisan ini dipersembahkan bagi siapa saja yang kenal dan bersahabat dekat dengan Mas Edmen Paulus.

"Edmen Paulus, saya kenal awal di Radio SCFM. Dia (kalau tidak salah) manajer program," ungkap Lutfil Hakim memulai cerita mengenang sahabat karibnya itu pada, Minggu (30/03/2025).

Secara khusus Lutfil Hakim menyebut deretan nama lain yang bersama-sama membesarkan radio SCFM itu.

"Ada Erwin (Siwo), Hilman, Rirink dan lain-lain adalah anak buahnya yg liputan di lapangan (jurnalis radio) dalam manajemen SCFM kala itu," tutur alumni Fisip Universitas Jember angkatan 1983 itu.

Lebih jauh Lutfil Hakim menuturkan hubungan keakrabannya dengan Edmen Paulus terkait profesi selaku jurnalis meski berbeda perusahaan.

"Kebetulan saya jurnalis Bisnis Indonesia dan Satrio Budi Wibawa (SBW/warta ekonomi) saat itu dikasih space siaran di SCFM khusus membahas dinamika ekonomi/bisnis (radio talk BisConomic) seminggu sekali, sekitar tahun 1996. Mas Edmen-lah yg meminta kami [Lutfil Hakim/lh dan Satrija/sbw] siaran di radio SCFM," kenangnya.

Secara khusus Pak Item menceritakan bahwa sahabatnya Edmen Paulus itu sering berpindah ke beberapa radio lain,

"Diantaranya PAS FM, JJ FM, Sonora FM. Posisi Edmen jabatan di sejumlah radio itu relatif sama. Saya bersaksi bahwa Edmen salah satu pegiat jurnalisme radio yang sangat profesional dibidangnya," ungkap pria kelahiran Kalisat, Kabupaten Jember itu.

Lebih dalam Lutfil Hakim mengisahkan bahwa saat di Sonora FM itulah, Edmen bertemu pujaan hatinya,- kalau ga salah staf bagian keuangan,- untuk kemudian menikah, setelah sebelumnya Edmen sempat menduda lama sekali.

"Saya termasuk yang diundang dan hadir pada pernikahan Edmen yg kedua, di salah satu gereja di kawasan jalan perak, Surabaya, pada sekitar tahun 2003 - an," ujar pria yang kini berdomisili di Sidoarjo itu.

Selanjutnya, dari pernikahan kedua ini, kata Lutfil Hakim, sahabatnya Edmen Paulus punya tiga anak, sedang dari pernikahan pertama punya satu anak perempuan yang tinggal di New York, USA bersama mantan istrinya.

Belakangan Edmen aktif sebagai jurnalis di MediaJatim, media online.

Baca Juga: Semarakkan HPN 2026, PWI Pamekasan Gandeng Kusuma Hospital Cek Kesehatan Jantung Wartawan dan Kades

"Juga salah satu pengurus PWI Jatim.
Sejak di radio Edmen termasuk yg getol sebagai praktisi,  melakukan upaya-upaya terkait pengembangan jurnalisme radio. Banyak ide-idenya yang masih dipakai di radio-radio yang pernah ditanganinya itu dan ide-ide itu juga digunakan di radio lain," tuturnya 

Harapan akhir dan doa dari Lutfil Hakim untuk sahabat karibnya itu.

"Semoga semua kebaikan Edmen dicatat oleh Tuhan Yang Maha Esa sebagai  amal yg bernilai, dimaafkan segala khilafnya, dan smg ditempatkan di sorga terindah, amiin. Selamat Jalan teman, Rest in Peace [RIP]," harap Lutfil Hakim.

Sesaat berita ini dimuat ada pelurus informasi dari sahabat Edmen Paulus yang juga dulunya aktif di radio SCFM, Roosdiansyah atau dikenal dengan panggilan radionya era itu Rudi Pranata.

Secara khusus Roosdiansyah mengungkapkan duka cita yang mendalam atas meninggalnya sahabat dekatnya saat sama-sama membesarkan SCFM dulu.

"Selamat jalan sahabat koe, Rest in Peace [RIP]. Jasa-jasa dan karyamu tak akan lekang oleh jaman," kata Roosdiansyah.

Secara khusus Roosdiansyah menerangkan bahwa ada kekeliruan data yang disebut Lutfil Hakim soal posisi jabatan Edmen di SCFM.

"Mas Edmen tidak pernah menjadi manajer program. Edmen produser. Manajer program Agus Sumarga, station manager Harley Prayudha, general manager Wolly Baktiono. Sekedar meluruskan saja," ungkap Roosdiansyah alias Rudi Pranata itu.

Lebih jauh Rudi Pranata menjelaskan bahwa sosok Edmen memang produser asli program Surabaya Round Up dan Surabaya First Channel.

Baca Juga: Empat Pilar Demokrasi Warnai Talkshow Pentahelix HPN 2026 PWI Pamekasan

"Bahkan Edmen termasuk personil yang ikut 'babat alas' awal Radio SCFM. Karir jurnalistiknya diawali di Surabaya Post (SP), usai lulus dari Fisip Unair. Tak lama di SP, Edmen kemudian bergabung dengan SCFM," ungkap Rudi Pranata.


Di bawah kendali Edmen di studio siaran, sejak 1992, begitu Surabaya First Channel mengudara, Radio SCFM sukses menyabet Piala Prapanca dua tahun berturut-turut.

"Edmen bekerja dengan bagus di belakang layar," aku Rudi Pranata

Para jurnalis yang diundang ke studio SCFM saat itu adalah Eddy Sucipto (Surya), lalu diganti Pitoyo (Surya), Herry Mohamad (Gatra), Ainur Rofiq (The Jakarta Post), Hadi Mustofa (Republika), Arief Supriyono (Republika), Sunu (Surabaya Pos), Maksum (Jawa Pos), Lutfil Hakim (Bisnis Indonesia) dan Satrio Budi Wibawa (SBW/warta ekonomi).

Secara khusus Rudi Pranata mengenang Radio SCFM dulu.

"Studio siaran Radio SCFM sudah seperti 'ruang kuliah'. Tiap hari, dari Senin sampai Kamis, jam 07.00-09.00, diskusi dan debat topik-topik menarik selalu mengudara, dengan narasumber kompeten dan kritis. Misal, Dr Affan Gaffar (UGM), Dr Kacung Marijan (Unair), dll," kenang Roosdisnsyah.

Secara khusus sahabat Edmen Paulus lainnya, Pitoyo, wartawan Tribunnews.com yang dulunya wartawan Harian Surya itu, juga memberikan komentar.

"Ikut berduka cita atas meninggalnya sahabat saya, Edmen Paulus. RIP [Rest in Peace]. Mas Edmen dulu produser Surabaya Round Up, aku [Pitoyo/Surya] dan Mas Maksum [Jawa Pos] serta Rosdiansyah menjadi pengisi acaranya setiap Senin - Kamis tahun 1994 - 2002," kata Pitoyo. (red/yh)

Editor : Yuris. T. Hidayat