Seleksi Direktur KBS, Baktiono: Harus Punya Rekam Jejak Sukses

Reporter : -
Seleksi Direktur KBS, Baktiono: Harus Punya Rekam Jejak Sukses
Baktiono, dok Jatimupdate.id/roy

Surabaya, JatimUPdate.id – Anggota Komisi B DPRD Surabaya, Baktiono, kembali buka suara terkait seleksi calon Direktur Utama (Dirut) Kebun Binatang Surabaya (KBS). 

Menurutnya, Dirut KBS yang baru harus memiliki rekam jejak sukses, visi-misi kandidat tidak cukup hanya janji saja, melainkan harus terbukti dari pengalaman kerja sebelumnya.

Baca Juga: KBS Resmi Jadi Perumda, Manajemen Kebun Binatang Surabaya Siap Benahi Legalitas

“Dirut KBS yang baru ini harus orang yang luar biasa. Dia harus mampu memprediksi jumlah pengunjung tidak hanya di hari libur, tapi juga di hari biasa. Selain itu, harus bisa mempertahankan KBS sebagai tempat konservasi dan edukasi yang berkembang,” kata Baktiono, Rabu (2/4).

Ia menyoroti bahwa KBS selama ini kurang mengalami perkembangan signifikan. Menurutnya, perlu ada inovasi yang membuat kebun binatang lebih menarik bagi wisatawan, bahkan memungkinkan pembukaan cabang kedua di lokasi lain.

“Tidak bisa KBS dari tahun 1916 sampai sekarang hanya begitu-begitu saja. Malah ada beberapa fasilitas yang dulu lebih bagus dibanding sekarang. Seharusnya ada perbaikan dan inovasi yang membuat KBS lebih maju,” katanya.

Baktiono memaparkan, kualitas kandidat yang mengikuti seleksi banyak yang tidak memenuhi ekspektasi Pemkot Surabaya dan Wali Kota. 

Maka dari itu, ia mendorong agar seleksi dilakukan lebih ketat dengan mempertimbangkan rekam jejak dan pencapaian kandidat di tempat kerja sebelumnya.

Baca Juga: Apresiasi Purabaya-Kenpark Lewat Tol, Eri Irawan Dukung Kembali Pakai Bus

“Misalnya, kalau calon pernah bekerja di taman safari, harus jelas apa yang sudah ia lakukan di sana. Apakah berhasil membuat tempat itu berkembang? Jika tidak ada bukti sukses, sebaiknya tidak dipilih,” tegasnya.

Selain itu, Baktiono mengusulkan agar gaji Dirut KBS dibuat lebih menarik dengan sistem insentif berbasis kinerja. 

Dari sudut pandangnya, ini akan memotivasi direktur untuk lebih inovatif dalam mengelola KBS.

“Kalau gajinya flat saja, nanti mereka hanya bertindak sebagai administrator biasa. KBS perlu program-program menarik, seperti night zoo yang bisa dikombinasikan dengan restoran atau penginapan. Ini bisa jadi daya tarik baru,” jelasnya.

Baca Juga: BPJS Nonaktif Tanpa Pemberitahuan, Warga Miskin Terancam Gagal Operasi

Ia juga menekankan pentingnya kerja sama dengan pengusaha dan sponsor untuk pengembangan KBS. 

Pasalnya Legislator PDI Perjuangan itu meyakini, dengan sinergi yang bai KBS tidak hanya tempat melihat satwa, tapi juga bisa menjadi destinasi wisata yang menawarkan pengalaman lebih luas bagi pengunjung, termasuk dari luar negeri.

“KBS ini sudah punya nama besar, baik di dalam negeri maupun mancanegara. Bagaimana agar lebih menarik? Promosinya harus luas, bahkan sampai ke luar negeri. Ini peninggalan bersejarah yang harus terus berkembang, bukan hanya bertahan,” demikian Baktiono. (Roy)

Editor : Miftahul Rachman