Angka Kecelakaan Mudik Lebaran 2025 Turun Signifikan, Korban Jiwa Menurun 32%

Reporter : -
Angka Kecelakaan Mudik Lebaran 2025 Turun Signifikan, Korban Jiwa Menurun 32%
Data Kecelakaan Korlantas Polri

 

Jakarta, Jatimupdate.id :  Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri melaporkan penurunan signifikan dalam angka kecelakaan lalu lintas selama periode mudik Lebaran 2025.

Baca Juga: Polisi Tambal Jalan Berlubang di Balongbendo untuk Antisipasi Kecelakaan

Berdasarkan data resmi yang dirilis hari ini, jumlah kecelakaan tercatat sebanyak 1.477 kasus, turun 31,37% dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 2.152 kasus.

Selain itu, jumlah korban meninggal dunia juga mengalami penurunan drastis sebesar 32%, dari 324 jiwa pada 2024 menjadi 223 jiwa pada 2025.

Kepala Korlantas Polri, Irjen Agus Suryonugroho, menyampaikan bahwa pencapaian ini merupakan hasil dari kerja sama intensif antara kepolisian, Kementerian Perhubungan, pemerintah daerah, dan kesadaran masyarakat dalam menerapkan aturan keselamatan berkendara.

"Kami bersyukur angka kecelakaan dan fatalitas menurun tajam. Ini menunjukkan efektivitas Operasi Ketupat 2025 serta meningkatnya disiplin pengendara," ujar Agus dalam konferensi pers di Jakarta, Senin malam (7/4/2025). (Dikutip detik.com)

Data menunjukkan bahwa mayoritas kecelakaan masih melibatkan kendaraan roda dua, dengan total 2.334 sepeda motor terlibat, diikuti oleh mobil penumpang sebanyak 107 unit. Penyebab utama kecelakaan didominasi oleh faktor human error, seperti kelelahan pengemudi, kurangnya konsentrasi, dan ketidakpatuhan terhadap jarak aman antar-kendaraan. Jalur arteri tetap menjadi lokasi dengan angka kecelakaan tertinggi dibandingkan jalan tol.

Baca Juga: SRC Apresiasi Hasil Rapat Komisi III DPR–Kapolri Terkait Revisi UU Polri

Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, turut mengapresiasi penurunan ini dan menekankan peran berbagai kebijakan pendukung, seperti program mudik gratis, diskon tarif tol, dan rekayasa lalu lintas seperti sistem satu arah (one way) serta contraflow.

"Sinergi lintas sektor dan partisipasi masyarakat menjadi kunci utama. Kami juga mencatat peningkatan penggunaan transportasi umum yang membantu mengurangi kepadatan di jalan raya," kata Dudy.

Meski demikian, jumlah mobilitas kendaraan selama periode H-10 hingga H+2 Lebaran 2025 tercatat mencapai 2,1 juta unit, naik 14% dibandingkan puncak arus mudik 2024.

Hal ini menunjukkan bahwa penurunan angka kecelakaan bukan karena berkurangnya pemudik, melainkan karena pengelolaan lalu lintas yang lebih baik.

Baca Juga: Bareskrim Polri Tingkatkan Status Kasus Dugaan Penipuan 28 Miliar Bupati Sidoarjo dan Anggota DPRD ke Penyidikan

Agus menambahkan bahwa pihaknya kini fokus pada pengamanan arus balik yang diperkirakan mencapai puncaknya antara 5 hingga 7 April 2025.

"Kami mengimbau pemudik untuk menjaga kondisi fisik, memastikan kendaraan laik jalan, dan mematuhi aturan lalu lintas agar tren positif ini terus terjaga," tutupnya.

Keberhasilan ini diharapkan menjadi langkah awal untuk meningkatkan keselamatan transportasi di Indonesia, tidak hanya saat musim mudik, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari. (ff/yh)

Editor : Yuris. T. Hidayat