TUKU JAJAN PASAR NING PASAR PAING

oleh : -
TUKU JAJAN PASAR NING PASAR PAING
Jajan Pasar

Catatan Mas AAS

Pagi-pagi pergi ke Pasar Paing Rungkut Surabaya. Di suruh istri beli sesuatu, perginya ke pasar nyeker tak perlulah numpak pit montor sinambi olah kanuragan. Mengajak kedua telapak kaki ini menginjak bumi tanpa alas, jare simbah lan para leluhur dahulu membikin sehat lahir juga batin ini!

Suka saja pergi ke pasar saat waktu pagi seperti tadi. Itu ibu-ibu tidak rempong dan juga mama muda yang super bawel pada berbondong-bondong berjalan bahkan ada yang berlari berburu barang yang dibelinya di pelanggan, keburu habis, katanya!

Aku yakin seratus persen. Itu para mama rempong pastilah pada belum mandi! Hanya pakaian daster yang dipakainya semalam saat tidur, kini juga dipakai untuk pergi ke Pasar. Layak, aromanya beraneka warna, saat diriku berpapasan sama itu si mama muda yang super rempong, hehehe!

Entah produk apa to yang dicari, oalah " tuku pitek jowo to, njupuk dodo menthok loro, untung iseh bagian aku pak," kondone si mama rempong karo sing dodol. "Kalau aku sih juga mau berburu, mborong jajan pasar ae.

Berkeliling pasar paing dari sisi barat, lalu mlaku ke arah timur. Terus, aku ajak kedua kaki ini mencari tenongan biasanya itu dari sisi utara lanjut berjalan ke sisi selatan. Itu lapaknya jajan pasar langganan pindah mana sih?

Eureka. Akhirnya lapak jajan pasar miliknya Mbok Rah, itu ketemu, ndepis pingger pager di sisi luar! " Tak golek i, ket mau, sampek sikil ku pegel, lapak mu, Mbok Rah!"

" Nopo nggeh to mas e?"

" Iyo. Ndang bungkuske koyo biasane, jajan pasar e, Mbok!"

"Nggih, mas e."

Dan, jajan pasar antara lain: ketan srikoyo, ongol-ongol, jenang gendhul, arem-arem, nogosari, dadar gulung, lapis, dan otok-otok. Sudah dimasukkan di dalam plastik dan siap aku bawa pulang. Pastilah orang di rumah bakalan senang!

Ternyata usia yang semakin beranjak senja, selain suka yang musik, tempat hiburan yang klasik juga kuno. Selera lidah ini juga semakin natural saja, tak selera lagi makan yang aneh-aneh. Cukup jajan pasar saja yang selalu tak bisa aku tolak kalau bertemu lapak tersebut di pasar. Pasti dibeli lah!

Meski jajan pasar di Pasar Paing, tak selezat dan se-maknyus jajan pasar yang di jual di Pasar Gede, Solo. Setidaknya sudah mampu jadi obat kangen sama kampung halaman. " Yo, mesthi ae, murah, njaluk enak, mas AAS iki, upps."

Mari, kakak, sarapan pagi jajan pasarnya dahulu, habis itu ngopi. Nikmat Tuhan mana lagi yang akan kita dustakan, alhamdulilah! 



09 Agustus 2022, Emper Ngomah Rungkut Surabaya