Harga Per 16 April 2025
Harga Komoditas Beras Medium per Kg di Jawa Timur Bervariatif
Surabaya, JatimUPdate.id – Harga beras medium per kilogram di Jawa Timur menunjukkan variasi di berbagai daerah kabupaten/kota berdasarkan data terkini dari Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok (Siskaperbapo) Provinsi Jawa Timur serta Badan Pangan Nasional (Bapanas).
Baca Juga: Bulog Dan Kebijakan Pengadaan Gabah Semua Kualitas 2026
Berikut adalah peta harga beras medium di Jawa Timur per 16 April 2025:
Rata-Rata Harga untuk komoditas Beras Medium di Jawa Timur Berdasarkan data Siskaperbapo per 16 April 2025, harga rata-rata beras medium di Jawa Timur mencapai Rp12.462 per kg, di 38 kabupaten/kota.
Harga rata - rata tertinggi dikabupaten Nganjuk Rp. 13.333 dan harga rata - rata terndah dikabupaten Probolinggo Rp. 11.600
Distribusi Harga per Kabupaten/Kota
Kabupaten Jember: Harga beras medium cenderung tinggi, mendekati Rp13.000 per kg, sejalan dengan harga beras premium di wilayah ini yang mencapai Rp16.150 per kg pada Maret 2024.
Kabupaten Situbondo: Harga terendah tercatat Rp10.800 per kg pada Maret 2024, namun kemungkinan mengalami kenaikan seiring tren harga gabah kering yang naik 2,26% pada Desember 2024.
Kabupaten Sumenep: Harga tertinggi tercatat pada Maret 2024 sebesar Rp14.500 per kg.
Tren ini kemungkinan masih relevan di beberapa pasar tradisional dengan pasokan terbatas.
Baca Juga: Bulog Dan Tahun Vivere Pericoloso
Kabupaten Trenggalek : Harga beras medium pada harga Rp12.250.
Dipeerkirakan harga ini akan bertahan sampai musim panen berakhir.
Kabupaten Malang dan Banyuwangi: Harga beras medium di wilayah ini berada di kisaran rata-rata provinsi, sekitar Rp12.000 per kg, dengan fluktuasi kecil tergantung pasokan lokal.
Kota Surabaya: Sebagai pusat distribusi, harga beras medium di Surabaya relatif stabil, diperkirakan berkisar Rp12.000–Rp12.500 per kg, dipengaruhi oleh operasi pasar Bulog.
Baca Juga: Waswas Menunggu Kebijakan Beras
Faktor Penyebab Variasi Harga
1. Kenaikan Harga Gabah: BPS Jatim melaporkan harga gabah kering panen naik 2,26% pada Desember 2024, menjadi Rp6.589 per kg di tingkat petani, yang berdampak pada harga beras di penggilingan.
2. Pasokan dan Distribusi: Pasokan beras dari sentra produksi seperti Lamongan dan Bojonegoro relatif stabil, tetapi distribusi ke wilayah terpencil seperti Sumenep menyebabkan harga lebih tinggi.
Operasi Pasar Bulog: Beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dari Bulog terus digelontorkan untuk menekan harga, terutama di pasar tradisional.
3. Kondisi Musiman: Meskipun April bukan puncak musim panen, fluktuasi cuaca dan produksi beras lokal memengaruhi harga di beberapa daerah.
Proyeksi dan Rekomendasi Dengan adanya operasi pasar dan impor beras untuk cadangan strategis, harga beras medium di Jawa Timur diperkirakan tetap terkendali hingga pertengahan 2025.
Pemerintah daerah diimbau untuk memperkuat pemantauan harga melalui Siskaperbapo dan memastikan distribusi beras Bulog merata, terutama di wilayah dengan harga tinggi seperti Sumenep dan Jember.
Data yang dihimpun redaksi JatimUPdate.id menunjukkan adanya catatan bahwa harga dapat berubah sewaktu-waktu tergantung kondisi pasar. Data di atas berdasarkan sumber resmi hingga April 2025. (yp/ff/yh)
Editor : Yuris. T. Hidayat