Bondowoso Tanam Padi Serentak Bareng Presiden Prabowo, Targetkan Swasembada Pangan
Bondowoso, JatimUPdate.id, – Pemerintah Kabupaten Bondowoso menunjukkan komitmennya dalam mendukung program ketahanan pangan nasional lewat gerakan tanam padi serentak yang digelar bersama Presiden RI Prabowo Subianto secara virtual, Rabu (23/4/2025).
Baca Juga: Bupati Bondowoso Resmi Buka Festival Ramadhan 2026, Dorong Ekonomi Rakyat dan Pelestarian Budaya
Kegiatan ini dipusatkan di Desa Bataan, Kecamatan Tenggarang, dan melibatkan jajaran Forkopimda, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP), Bulog, serta para petani.
Presiden Prabowo dalam sambutannya menegaskan pentingnya menjaga kedaulatan pangan dan memastikan kekayaan alam Indonesia bisa dinikmati seluruh rakyat.
“Gerakan tanam padi serentak ini menjadi bagian dari strategi nasional dalam mewujudkan swasembada pangan,” ujarnya melalui Zoom Meeting.
Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid hadir langsung memimpin kegiatan. Ia didampingi Polres Bondowoso, Kodim 0822, camat, serta Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) dan Babinsa.
Bupati Abdul Hamid Wahid menyebut gerakan ini sebagai bentuk nyata dukungan Bondowoso terhadap Asta Cita Presiden RI.
Dia juga berharap gerakan ini bisa menjadi pemicu peningkatan ekonomi petani sekaligus solusi jangka panjang untuk menekan inflasi daerah.
“Gerakan tanam padi serentak ini adalah wujud dukungan nyata kita di Bondowoso terhadap program ketahanan pangan nasional yang menjadi salah satu cita-cita Bapak Presiden,” kata Bupati Abdul Hamid.
Baca Juga: Disdik Bondowoso Atur Jam Belajar Ramadan 2026 Mulai 07.30 WIB
Kepala DPKP Bondowoso, Hendri Widotono, menjelaskan bahwa varietas yang ditanam adalah Inpari 32, yang tengah digemari petani karena ketahanannya terhadap hama dan produktivitasnya yang tinggi.
“Di Bondowoso, kami menargetkan peningkatan luas tambah tanam. Saat ini sudah terealisasi sekitar 44 % dari total 103.374 hektare,” jelasnya.
Untuk mendukung kegiatan pertanian, Dinas Pertanian juga menyalurkan bantuan dari APBN berupa dua unit traktor roda empat, 12 hand traktor, 60 hand sprayer, dan 24 ton benih jagung untuk 84 kelompok tani di Kecamatan Binakal, Pakem, dan Wringin.
Hendri menyebut produktivitas padi di Bondowoso saat ini rata-rata 6,2 ton per hektare. Namun ada petani yang bisa mencapai 10 hingga 12 ton per hektare.
“Kami targetkan produktivitas bisa meningkat menjadi 7,2 ton per hektare,” tambahnya.
Namun demikian, ancaman hama seperti wereng coklat masih menjadi tantangan. Sayangnya, jumlah petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) sangat terbatas.
“Saat ini hanya ada dua POPT dari provinsi yang menangani seluruh Bondowoso. Satu petugas bisa meliputi hingga tujuh kecamatan,” ungkap Hendri.
Sebagai langkah antisipasi, Dinas Pertanian menyiagakan brigade khusus dan menyediakan obat pengendali hama dari APBD.
“Kalau ada gejala serangan, segera lapor. Tim kami siap turun ke lapangan untuk gerakan pengendalian massal,” pungkasnya. (ries/yh)
Editor : Yuris. T. Hidayat