Gubernur Khofifah Luncurkan KUR Khusus untuk Petani Tebu, Dorong Kesejahteraan dan Ketahanan Energi
Bondowoso, JatimUPdate.id, – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, meluncurkan program Kredit Usaha Rakyat (KUR) khusus untuk petani tebu binaan Sinergi Gula Nusantara (SGN) di Kebun Tebu PG Prajekan, Desa Walidono, Kecamatan Prajekan, Bondowoso, pada Selasa, 6 Mei 2025.
Program ini dirancang untuk memberikan solusi pendanaan yang lebih fleksibel dan mendukung peningkatan produktivitas petani tebu.
Direktur SGN, Mahmudi, menjelaskan bahwa KUR umum memiliki batasan pinjaman maksimal Rp 500 juta, yang tidak bisa diajukan lagi setelah tercapai.
Namun, dengan KUR khusus ini, petani tebu dapat mengajukan pinjaman lebih lanjut meskipun sudah mencapai batas tersebut. Suku bunga yang ditawarkan pun terjangkau, yakni 6 persen.
“Program ini juga menyelesaikan masalah terkait komposisi tanaman dan penataan varietas tebu,” tambah Mahmudi.
Baca Juga: Khofifah Bantah Terima Ijon 30 Persen Dana Hibah Pokir DPRD Jatim
Gubernur Khofifah menyebutkan, peluncuran KUR ini merupakan langkah inovatif untuk mendukung kesejahteraan petani dan mempercepat swasembada gula di Indonesia.
Ia mencontohkan lahan tebu di Walidono yang memiliki produktivitas hingga 20 ton gula per hektare, dengan keuntungan mencapai Rp 300 juta per hektare.
Lebih jauh, Khofifah menegaskan bahwa KUR ini berkontribusi pada pengembangan bioetanol sebagai energi terbarukan, yang mendukung ekonomi hijau dan ketahanan energi fosil. Program ini juga diharapkan dapat mempercepat pencapaian Net Zero Emission 2060.
Baca Juga: Pemeriksaan Gubernur Jatim oleh Jaksa KPK di PN Tipikor Surabaya Batal Digelar
“Melalui KUR khusus ini, kita berupaya meningkatkan kesejahteraan petani tebu, memperkuat ketahanan pangan dan energi, serta mewujudkan ekonomi berkelanjutan,” tutupnya.
Program KUR ini tidak hanya dapat diakses oleh petani tebu di Jawa Timur, tetapi juga akan diperluas ke seluruh Indonesia, dengan Jawa Timur sebagai wilayah pilot project.
Dengan adanya dukungan ini, diharapkan petani tebu semakin mandiri dan siap bersaing di pasar global, sambil berkontribusi terhadap tercapainya ketahanan pangan dan energi yang lebih baik.
Editor : Yuris. T. Hidayat