FPIK UB Gandeng BPSPL Denpasar Gelar Pelatihan Penanganan Mamalia Laut Terdampar
Malang, JatimUPdate.id – Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya (FPIK UB) melalui Program Studi Ilmu Kelautan kembali menunjukkan komitmennya dalam mencetak lulusan yang unggul dan siap menghadapi tantangan konservasi laut di Indonesia.
Dalam rangka memperkaya pemahaman dan keterampilan mahasiswa, khususnya dalam mata kuliah Bioetika Penelitian, FPIK UB menyelenggarakan pelatihan penanganan mamalia laut terdampar. Pelatihan ini menggandeng langsung tim ahli dari Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL) Denpasar, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
Dosen penanggung jawab kegiatan, Citra Satrya Utama Dewi, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan membekali mahasiswa dengan keahlian praktis di bidang konservasi, khususnya dalam penanganan kasus mamalia laut terdampar yang kerap terjadi di wilayah pesisir Indonesia.
“Kami ingin mahasiswa tidak hanya memahami teori bioetika, tetapi juga mampu mengaplikasikannya secara nyata dalam konteks pelestarian biota laut,” ujarnya.
Pelatihan ini mencakup materi mengenai jenis-jenis mamalia laut, penyebab terdampar, protokol penanganan darurat, hingga studi kasus penanganan dugong dan paus.
Mahasiswa juga mendapatkan simulasi langsung di lapangan agar lebih siap menghadapi situasi sesungguhnya.
Kegiatan ini merupakan bentuk sinergi antara dunia akademik dan instansi pemerintah dalam upaya menjaga kelestarian sumber daya laut Indonesia.
Dengan menghadirkan narasumber dari BPSPL Denpasar yang berpengalaman di lapangan, diharapkan mahasiswa mendapatkan perspektif praktis dan terkini mengenai konservasi mamalia laut.
FPIK UB terus berkomitmen menjadi pelopor dalam pendidikan kelautan yang berorientasi pada keberlanjutan dan kearifan lokal, serta terus menjalin kemitraan strategis demi meningkatkan kualitas lulusan dan kontribusi terhadap pelestarian ekosistem laut. (dek/yh)
Editor : Yuris. T. Hidayat